INFO

Nama Klub : PSPS PEKANBARU
Julukan : Asykar Bertuah
Tanggal Berdiri : 01 Januari 1955
Alamat Sekretariat : Jln. Kuantan II No.9

Liga Indonesia 2

Level Liga : Liga Indonesia 2
No. Telp : 0761- 33765
Fax : 0761- 33765
Manajer :
Pelatih :
Jumlah Pemain : 25 Pemain
Email : [email protected]
Stadium : Kaharuddin Nasution, Rumbai

Sejarah

  Klub ini terbentuk pada 1 Januari 1955. Tidak gampang untuk mengangkat perserikatan Pekanbaru untuk menjadi bond perserikatan yang disegani di Kancah sepak bola nasional. Selama 44 Tahun hingga melangkah ke Divisi Utama PSSI tahun 1999. PSPS selalu menghitung hari dan menebar harapan.

  Mulai dari periode kepengurusan pertama yang dipimpin mantan Kepala PLN Pekanbaru, Yubahar. Saat itu langkah PSPS hanyalah sebuah perserikatan kecil yang hanya didukung lima klub anggota yang terdiri dari PS IPP (Ikatan Pemuda Pekanbaru), PS Pelayaran, PS Caltex, PS PU (Pekerjaan Umum) dan PS Elektra (PLN). Meski begitu diawal berdirinya, PSPS sudah menjadi bond yang sejajar dengan perserikatan lain yang ada di Sumatra, yang memiliki aset berupa pemain nasional.

   Tahun 1961 PSPS juga pernah ikut PON di Bandung maka tersebutlah beberapa pemain seperti Jayusman, Thamrin Manaf dan Hamid. Saat itu kondisi pendidikan dan sepak bola berbeda dengan kondisi sekarang. dr Thamrin Manaf yang dipanggil ke Timnas, tidak bisa bergabung karena tidak mendapat izin dari sekolah dan tempat ia bekerja. Meski begitu jatah Riau diisi oleh Hamid yang saat itu menjadi kiper nasional. Hamid kala itu sangat diidolakan masyarakat Pekanbaru, Hamid memperkuat Timnas Indonesia di Pyongyang, Korea Utara tahun 1963 dibawah pelatih EA Mangindaan.

  Besarnya potensi sepak bola di Pekanbaru saat itu pulalah yang kemudian menggiring Gubernur Riau, Kaharudin Nasution untuk mendirikan sebuah stadion yang diberi nama Stadion Dwikora pada tahun 1963. Meski terbuat dari kayu, stadion ini menjadi pusat olahraga pertama di Pekanbaru. Pemain PSPS lain yang juga sempat terdaftar sebagai pemain timnas adalah Jayusman, Jayusman adalah pegawai di kantor pajak, tetapi sayang gelandang tangguh ini gagal memperkuat timnas yang sebelumnya telah berencana tampil di Aljazair, saat itu Aljazair sedang terjadi pergolakan.

   Era dukungan dan gairah dari masyarakat Pekanbaru tidak berlanjut, era Hamid,Thamrin Manaf, Jayusman hanya menghasilkan kenangan yang indah untuk dikenang. Kepengurusan demi kepengurusan pun mulai berganti, tercatat beberapa nama sempat menjadi Ketua Umum PSPS diantaranya Farouq Alwi, yang saat itu menjadi Walikota Pekanbaru, hingga tradisi Ketua Umum PSPS dijabat oleh walikota Pekanbaru.

   Pada tahun 1972 pusat pelatihan pemain PSPS yaitu Stadion Dwikora mengalami kebakaran, dan bangunan utama dari stadion tersebut mengalami kebakaran hebat sehingga tidak dapat digunakan kembali. Stadion yang telah menjadi pusat pembibitan pemain PSPS Pekanbaru ini sempat terbengkalai selama 6 tahun dan hanya menjadi lapangan ilalang. Hingga akhirnya dibangun kembali oleh PT. Caltex Pacific Indonesia dan diresmikan oleh Gubernur Riau saat itu, Arifin Achmad pada tanggal 13 Maret 1977 dengan kapasitas penonton 3500 orang. Kemudian pada tanggal 8 Maret 1980 Stadion ini berganti nama menjadi Stadion Hang Tuah dan pengantian namanya diresmikan oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga saat itu, Abdul Gafur.

   Setelah Stadion Hang Tuah diresmikan, PSPS mulai aktif kembali dan PSPS kembali mampu menggairahkan pemain mudanya untuk memacu prestasi, maka lahirlah pemain seperti Sugiarto yang pernah mengikuti seleksi PSSI Pra Olimpiade tahun 1975. Sejumlah nama juga hadir, hingga sekarang namanya masih disebut kehebantannya antara lain Mahmud (mewakili Sumbagut ke PON di Makassar), Nantan Ibrahim, Nazwar Nurdin, Majid, Margono dan Ujang Jufri. 

   Usaha PSPS Pekanbaru untuk tampil di kompetisi elite nasional pernah hampir berhasil pada tahun 1984, kala itu kompetisi terbagi antar Perserikatan dan Galatama. PSPS sebagai klub perserikatan tergabung dalam zona Sumbagut dan berhasil mewakili SUmatra mengikuti babak play off di Cimahi, Jawa Barat untuk ke Divisi Utama. 

  Sayangnya pada salah satu pertandingan, PSPS tersingkir. PSPS mengalami kelelahan karena sebagian besar pemain PSPS berasal dari PS UNRI yang pada saat bersamaan juga sedang melakukan turnamen di Bandung, sehingga harus pulang pergi Bandung-Cimahi. Saat itu Peluang PSPS untuk lolos sangat besar sebab diperkuat sejumlah pemain nasional yang juga mereka semua adalah pemain handalan PS BPD RIAU (Bank Riau Kepri saat ini) diantaranya Ricky Darman, Dino Kardinal, Edu Mukhni dan kiper berdarah Tionghoa yang terkenal saat itu, Sutanto Ongso. Saat itu PS BPD merupakan salah satu klub elite yang tidak terkalahkan di Pekanbaru, berkat kepedulian Direktur Utama BPD Riau Syafii Yusuf yang saat itu juga menjadi Manajer PSPS Pekanbaru. Syafii Yusuf dinilai sebagai orang yang mempelopori masuknya pemain dari luar Riau ke Pekanbaru terutama dari Padang dan Medan.

 

Resource : wikipedi.com, blogger, ligaindonesia.co.id

24

Lopenda

Bek Kanan
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 24 Oktober 1992
Usia 26 tahun
26

Dendi Sembiring

Bek Kanan
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 28 Agustus 1993
Usia 25 tahun
43

Asep Budi Santoso

Bek Kiri
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 19 Desember 1990
Usia 28 tahun
22

Muhammad Mukhlis

Bek Kiri
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 04 November 1994
Usia 24 tahun
4

Muhammad Halif

Bek Tengah
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 09 April 1993
Usia 26 tahun
2

Wahyu Kristanto

Bek Tengah
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 06 Maret 1992
Usia 27 tahun
10

Leo Guntara

Gelandang Serang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 17 Agustus 1994
Usia 24 tahun
21

Firman Septian

Gelandang Serang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 23 September 1988
Usia 30 tahun
28

Julkarnain Tehupelasurry

Gelandang Serang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 28 Oktober 1996
Usia 22 tahun
9

Rendi Saputra

Gelandang Serang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 01 Januari 1996
Usia 23 tahun
1

Gianluca Claudio Pandeynuwu

Kiper
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 09 November 1997
Usia 21 tahun
78

Ismail Hanafi

Kiper
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 05 Mei 1995
Usia 23 tahun
31

Leonardo

Kiper
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 15 Agustus 1992
Usia 26 tahun
17

Riki Dwi Saputro

Penyerang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 20 Februari 1995
Usia 24 tahun
19

Riki Salehudin

Sayap Kanan
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 03 Juli 1995
Usia 23 tahun
77

Defri Riski

Sayap Kanan
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 10 Desember 1988
Usia 30 tahun
11

Ichsan Pratama

Sayap Kanan
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 09 Oktober 1993
Usia 25 tahun
8

Alqomar Tehepelasury

Sayap Kiri
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 16 Juni 1995
Usia 23 tahun
16

Aga Mahardika

Sayap Kiri
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 16 Agustus 1995
Usia 23 tahun
23

Fiktor Pae

Gelandang Serang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 07 Februari 1985
Usia 34 tahun
99

Herman Dzumafo Epandi

Penyerang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 21 Februari 1980
Usia 39 tahun
18

Ibrahim Woly

Gelandang Serang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 24 September 1994
Usia 24 tahun
15

Fiwi Dwipan

Gelandang Serang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 14 Desember 1995
Usia 23 tahun
79

Irfan Arfandy Nasaruddin

Penyerang
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 27 November 1995
Usia 23 tahun
27

Muhammad Aliah Al Fuad

Bek Tengah
Kewarganegaraan Indonesia
Tgl Lahir 27 Desember 1995
Usia 23 tahun

Pertandingan PSPS PEKANBARU Sebelumnya

L
2018-01-29 17:30:00
PSPS PEKANBARU
0
3
PUSAMANIA BORNEO FC
L
2018-01-24 17:30:00
PSPS PEKANBARU
2
3
BALI UNITED
L
2018-01-19 21:30:00
PERSIJA JAKARTA
3
0
PSPS PEKANBARU
D
2017-11-21 15:00:39
PSIS SEMARANG
1
1
PSPS PEKANBARU
L
2017-11-18 15:00:00
PERSEBAYA SURABAYA
1
0
PSPS PEKANBARU

Jadwal Selanjutnya PSPS PEKANBARU

LIGA INDONESIA 2

Senin, 29 Jan 2018
17:30 WIB
Stadion I Wayan Dipta, Gianyar
0
-
3
PSPS PEKANBARU PUSAMANIA BORNEO FC
L
L
L
D
L
W
L
L
W
W

Statistik PSPS PEKANBARU 2019

0.0%
0.0%
100.0%
Menang
Seri
Kalah
Lihat detail statistik >