Wawancara Asnawi Mangkualam Setelah Resmi Jadi Pemain Ansan Greeners

Wawancara Asnawi Mangkualam Setelah Resmi Jadi Pemain Ansan Greeners
Credit : G-Sports
profil foto
  • ocim -
  • 22 Feb 2021 10:02:00 -
  • 1584 views

ASNAWI Mangkualam sudah diperkenalkan sebagai pemain Ansan Greeners FC. Di klub K-League 2 itu Asnawi dikontrak 1 musim, dengan opsi perpanjanga 1 musim berikutnya.

Kamis 18 Februari 2021 selepas menjalani perkenalan di markas Ansan Greeners, Asnawi melayani wawancara dengan Sports-G.

Wawancara selama hampir satu jam itu berlangsung lewat perantara penerjemah. Asnawi tampak menikmati interview, meski harus berjalan tiga arah.

Bagaimana jalannya wawancara selengkapnya? Berikut isi wawancara tersebut.

Untuk fans di Korea, tolong perkenalkan diri Anda...
Halo, perkenalkan saya Asnawi Mangkualam dari Indonesia.

Pertama kali masuk ke ruangan Ansan Greeners ini perasaaannya bagaimana?
Senang karena semua anggota tim terbuka kepada saya.

Setelah selesai karantina, bagamana perasaannya?
Tentu senang, bersyukur melewati karantina selama 14 hari. Selama karantina banyak workout dan dikasih program dari pelatih. Jadi senang bisa menyelesaikan masa karantina.

Mau enggak dikarantina lagi, 2 minggu?
Oh sudah enggak mau, bosan di kamar. Hahaha...

Asnawi biasa main di posisi apa?
Kalau saya main di lapangan, bermain di wingback kanan, biasa juga bisa main gelandang bertahan.

Selama ini pemain dari Indonesia belum ada yang main di Korea, terus bagaimana masuk Ansan Greeners?
Pertama ditawari agen Juno dan Gabriel Budi, setelah itu owner dan pelatih Ansan Greeners minta rekomendasi ke coach Shin Tae-yong. Setelah itu pihak Ansan Greeners positif beri kontrak kepada saya.

Pas positif ke Korea ada rasa takut enggak?
Takut enggak ada, karena ada keinginan main di luar Indonesia. Saya akan kerja keras di sini.

Katanya Anda dibayar dengan sangat mahal di sini?
Di sini? No, no... Harga? Harga? Harga kan?Kalau harga lebih tinggi saya main di Indonesia daripada di sini.

Katanya ayah Asnawi pemain terkenal di Indonesia dulu?
Ya dia mantan pemain klub di Indonesia juga.

Bagaimana sikap orangtua setelah tahu Asnawi mau main di Ansan Greeners?
Dari orangtua dukung 100 persen untuk berprestasi di sini.

Punya ayah pemain sepak bola itu bagaimana perasaannya?
Ya kalau perasaan senang, karena bisa dapat pengalaman dari ayah. Tapi ada pro dan kontra karena harus bisa lebih bagus dari ayah.

Apakah sudah punya perasaan lebih baik dari ayah?
Ya, hmmm...i don~t know hahaha.

Silakan menyapa pesan-pesan dari penggemar Ansan Greeners di media sosial ini..
Hai semua.

Selama ini belum pernah ada pemain Indonesia masuk Korea, kira-kira bagamana ambisi Anda?
Ya saya ingin buktikan pemain Indonesia layak bermain di level internasional.

Pernah lihat Ansan Greeners sebelum ini?
Belum pernah ketemu dengan orang-orangnya, tapi kalau di YouTube pernah menonton pertandingannya.

Pas menonton itu bagaimana?
Ya saya senang melihat permainan tim, sama dengan cara saya bermain. Jadi saya yakin bisa cepat beradaptasi.

Tadi setelah karantina kita pergi makan-makan bakso ya, terus ketemu orang-orang Indonesia, foto bersama salaman dan lain-lain. Bagaimana?
Perasaannya sangat senang karena di sini banyak orang Indonesia. Jadi nanti banyak yang mengajari, kasih tahu bagaimana suasana di Korea. Senang sekali ketemu orang Indonesia, dan tadi datang ke tempat makan di sini.

Selama karantina kan berlatih terus, bagaimana kondisi badan?
Ya mungkin sekarang lebih bagus, tapi memang jauh ketinggalan dari teman-teman yang sudah ikut TC. Mungkin pertama gabung belum stabil, tapi saya akan kerja untuk kembali ke performa terbaik.

Siap latihan? Stamina sudah kuat?
Saya sudah siap ikut berlatih, tapi memang belum stabil. Karena dua minggu kemarin hanya latihan di kamar. Jadi sangat kurang dibandingkan teman-teman yang lain.

Sebelum ke Korea bertemu dengan coach Shin Tae-yong, apa yang dibicarakan?
Ya pokoknya kasih pesan harus kerja keras, disiplin, harus lebih bagus lagi, dan pertahankan karakter yang ada selama di Indonesia.

Kalau di Indonesia coach Shin Tae-yong itu seperti apa?
Dia sangat keras dan disiplin kalau menangani tim. Pemain harus kerja keras dan pantang menyerah di latihan serta pertandingan.

Coach Shin Tae-yong katanya sangat suka dengan Asnawi, gimana caranya?
Kalau caranya saya enggak tau, saya hanya menampilkan yang terbaik di depan coach Shin Tae-yong. Mengeluarkan kemampuan 100 persen. Saya enggak tau coach Shin Tae-yong senang saya dengan cara seperti apa.

Kata coach Shin Tae-yong Asnawi ini pekerja keras, sangat lihai di lapangan...
Kalau kerja keras memang saya orangnya suka kerja. Kalau berlatih harus 100 persen. Mungkin penilaian coach Shin Tae-yong kepada saya seperti itu.

Berapa hari di sini, udah kangen Indonesia?
Kalau kangen enggak sih, karena tiap hari teleponan dengan orangtua.

Baru pertama kali pisah dengan keluarga?
Ya pertama kali.

Ada kesulitan hidup sendiri?
Enggak ada, karena memang sudah mempersiapkan diri. Sudah tahu harus seperti apa di sini.

Katanya masak sendiri? Dari dulu pintar masak?
Kalau bisa masak sudah dari dulu, tapi kalau ada kesulitan telepon orangtua.

Kenapa kalau salah masak sampai telepon orangtua?
Ya karena takut salah racikan.

Apakah Asnawi juga masak pacar?
Oo enggak, pacar yang masak buat saya. Kalau di Indonesia cewek yang harus masak.

Beri pesan buat pacar Anda...
Halo calon idamanku, harus pintar masak kalau mau sama saya.

Sekarang di Ansan cuaca minus 5, dan harus berlatih serta bertanding. Ada kekhawatiran?
Mungkin saya butuh waktu adaptasi 1 minggu atau beberapa hari. Tapi dulu pernah mengalami di Korea dulu saat ke sini.

Waktu pertama dulu datang ke Korea, pernah makan apa di Korea?
Enggak sih, karena dulu makan makanan Indonesia. Seperti ayam, nasi.

Budaya Korea bagaimana dulu? Belajar?
Enggak, karena waktu itu hanya seminggu.

Pernah lihat salju turun waktu itu?
Kalau waktu di Paju itu enggak.

Pertama kali masuk di Ansan, apa yang pertama kali ditunjukkan selama bertanding nanti?
Pertama tunjukkan karakter.

Karakter seperti apa bisa dijelaskan?
Aduh mungkin kalau dijelaskan sulit, tapi bermain 100 persen kerja keras dan fight, harus siap bertarung.

Fans Indonesia berharap Asnawi berhasil di Korea, terbebani enggak?
Enggak sih, memang situasi liga di Indonesia belum jelas. Kalau saya datang ke sini enggak ada salah. Di momen yang tepat, bisa main di luar. Jadi enggak ada beban sama sekali, malah jadi motivasi.

Fans di Korea juga ingin Asnawai sukses dan berhasil...
Ya pokoknya saya di sini bukan sekadar datang liburan, tapi datang untuk kerja. Beri prestasi untuk tim ini dan bertarung untuk itu.

Kalau nanti Asnawi bertarung dengan lawannya, coach Shin Tae-yong pasti menonton, ada rasa khawatir?
Enggak, justru saya jadikan motivasi. Jadi saya ingin membuat tim pelatih Ansan mengucapkan terima kasih kepada coach Shin Tae-yong karena telah merekomendasikan saya ke sini.

Ingin dipanggil apa sama fans di sini? Bukan nama...
Ewako...ya ewako.

Tahu Bruce Djite? Pernah main dia kan, bagaimana perasaannya?
Senang, tapi kami hanya setengah musim bersama-sama di PSM. Dia cedera.

Bruce Djite pernah main di Korea, sempat dengar cerita apa dari dia?
Enggak sih, karena saat mau ke sini baru tahu kalau Bruce Djite pernah main di korea.

Berkat Asnawi fans Ansan jadi dengar Ewako. Apa sih itu Ewako?
Ewako itu seperti spirit semangat dari orang Makassar, dari daerah saya.

Apa yang akan anda sampaikan kepada fans di Indonesia.
Selalu dukung tim Ansan Greeners, ini adalah tempat saya membuka jalan buat berprestasi. Tolong dukung dan doakan.

Sekarang untuk fans Ansan di sini.
Tolong ketika Ansan main, sempatkan datang ke stadion, menonton dan doakan, semoga saya bisa bawa Ansan berprestasi.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar