Wasit Senior Asal Belanda Akan Memimpin Laga Final Liga Europa

Wasit Senior Asal Belanda Akan Memimpin Laga Final Liga Europa
Credit :
profil foto

LYON – UEFA secara resmi telah menunjuk Bjorn Kuipers sebagai pengadil utama laga final Liga Europa, Kamis (17/5/2018) dini hari WIB. Wasit senior asal Belanda itu mengaku terkejut dipercaya memimpin duel Marseille lawan Atletico Madrid.

“Ini kejutan besar yang menyenangkan bagi saya,” kata Kuipers yang juga akan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2018 nanti. “Saya sangat bahagia. Ini menjadi pertandingan final ke-8 yang saya pimpin. Semuanya punya kenangan istimewa.”

Kuipers tidak sendirian, tentunya. Ia akan didampingi lima kompatriotnnya dari Belanda yang akan menjadi asisten wasit dan wasit cadangan: Sander van Roekel, Erwin Zeinstra, Danny Makkelie, Pol van Boekel, dan Mario Diks. Plus Szymon Marciniak dari Polandia sebagai ofisial keempat.

Ditunjuknya Kuipers, 45 tahun, sekaligus menegaskan statusnya sebagai salah satu wasit elite Eropa saat ini. Ia pernah memimpin final Liga Champions 2013/14 antara Real Madrid lawan Atletico. Musim sebelumnya, ia juga memimpin final Liga Europa antara Chelsea lawan Benfica.

Kuipers mengakui, setiap tahun tantangan memimpin pertandingan di kompetisi Eropa semakin berat. “Para pemain kini semakin kuat dan bugar. Pertandingan berjalan jadi semakin cepat,” kata ayah dua anak ini. “Wasit tentunya harus menyesuaikan diri. Wasit sekarang harus memiliki kebugaran selevel dengan atlet, seperti halnya pemain.”

Kuipers juga menyoroti pentingnya kekuatan mental di laga final seperti ini. “Itu salah satu aspek terpenting bagi wasit dalam sepak bola modern saat ini,” katanya, menegaskan. “Begitu banyak orang melihat dan mengawasi Anda. Jadi, Anda harus kuat dan percaya diri dalam semua tindakan yang Anda lakukan di lapangan.”

Namun ia mengaku tak punya persiapan khusus untuk laga di Lyon ini. “Seperti biasa saja, kami akan memasuki lapangan, beradaptasi dengan atmosfernya, lalu kembali ke ruang ganti untuk mempersiapkan diri,” ia mengungkapkan. “Hal terbaik yang bisa kami lakukan adalah fokus sepenuhnya ke pertandingan.” *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar