Wasit Indonesia Dipercaya AFC Tugas di Liga Champions Asia

Wasit Indonesia Dipercaya AFC Tugas di Liga Champions Asia
Credit : Thoriq Alkatiri - Foto/PSSI
profil foto

JAKARTA - Thoriq Alkatiri menorehkan prestasi bergengsi dalam karier profesionalnya sebagai wasit. Pria asal Purwakarta ini masuk dalam jajaran elite wasit AFC dan dipercaya untuk bertugas pada pertandingan Liga Champions Asia 2018. Pertandingan antara Shanghai SIPG kontra Melbroune Victory di Shanghai Stadium, China, Selasa (20/2) mendatang akan menjadi panggung perdananya.

Selain pertandingan di China, Thoriq juga ditugaskan pada pertandingan pemenang play off antara klub Jepang, Thailand dan Malaysia melawan klub asal Hongkong Kitchee, di Jepang pada tanggal 6 Maret 2018.

Pada dua laga ini, Thoriq akan bertugas sebagai fourth official atau wasit cadangan. Tapi dengan begitu Thoriq hanya tinggal menunggu waktu untuk mendapat giliran memimpin pertandingan di Liga Champions Asia.

Masuknya Thoriq dalam jajaran AFC Elite Referee dan dipercaya bertugas pada laga Liga Champions Asia juga merupakan kebanggaan bagi dunia perwasitan di Tanah Air. Bukan hal yang mudah bagi wasit yang sudah memiliki lisensi FIFA sekalipun untuk bisa masuk dalam jajaran elite wasit AFC.

PSSI berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mencetak wasit yang berkualitas. Perangkat pertandingan merupakan salah satu elemen penting yang ikut menjaga kualitas pertandingan dan kompetisi sepak bola. PSSI terus berupaya meningkatkan sumber daya manusianya dengan menggelar kursus penyegaran yang mengupgrade kemampuan para wasit.

Tahun 2018 ini kegiatan sudah dimulai pada pertengahan bulan Januari yang dilangsungkan di National Youth Training Center (NYTC) Sawangan, Depok. Dua program digelar dalam waktu berdekatan, yakni Referee Assessor Course dan Referee Refreshment Course.

Materi kursus untuk Referee Assessor Course diberikan oleh Raymond J Olivier asal Inggris dan Toshiyuki Nagi dari Jepang. Sementara untuk Referee Refreshment Course diisi oleh Yoshimi Ogawa, Kamikawa Toru keduanya berasal dari Jepang. Jeysing Muthiah sebagai pengawas di kegiatan ini karena beliau adalah juga merupakan konsultan PSSI. Toshiyuki Nagi juga sudah ditunjuk sebagai Direktur Teknik Wasit PSSI.

Adapun materi-materi yang diberikan dalam kursus penyegaran ini adalah mengenai laws of the game, peran-peran dari seorang referee assessor, tugas-tugas dari seorang referee assessor, teknik penugasan yang tepat, pedoman penilaian Wasit, analisis pertandingan, tanya jawab usai pertandingan, dan menulis laporan penilaian pertandingan.

Thoriq yang saat ini berusia 29 tahun sebelumnya juga pernah menjadi wasit di gelaran Piala AFF U-19 dan U-18. Selain itu ia, pernah menjadi wasit termuda di kompetisi teratas Liga Indonesia.

"Alhamdulillah saya mendapatkan kepercayaan untuk bertugas di Liga Champions Asia. Ini jelas menjadi kebanggaan saya dan menunjukkan bahwa wasit Indonesia juga mempunyai kualitas," kata Thoriq.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar