Torres Akhirnya Raih Trofi Juara Bergengsi Bersama Atletico Madrid

Torres Akhirnya Raih Trofi Juara Bergengsi Bersama Atletico Madrid
Credit : Fernando Torres bersama trofi Liga Europa/Foto: Atletico Madrid
profil foto

LYON – Fernando Torres mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi kejuaraan bergengsi bersama Atletico Madrid. Ia tampil selama beberapa menit pada akhir laga untuk membantu timnya menjuarai Liga Europa berkat kemenangan 3-0 atas Olympique Marseille di Lyon, Kamis (17/5/2018) dini hari WIB.

Torres yang akan segera habis masa kerja periode keduanya di Atletico pada akhir musim ini masuk lapangan menggantikan pencetak dua gol, Antoine Griezmann, pada menit ke-90. Tak banyak yang bisa dia lakukan.

Namun, apapun, kehadirannya di laga itu membuatnya bisa mengangkat trofi juara bersama kapten Gabi. Ia tersenyum tipis ketika berjalan ke arah para penggemar Atletico, sambil memegang trofi dengan satu tangan.

Torres mendukung Atletico sejak berusia lima tahun dan bergabung dengan akademi “Los Colchoneros” saat masih anak-anak. Ia melakukan debut bersama tim senior Atletico di usia 17 tahun pada 2001 ketika mereka masih bermain di divisi kedua Spanyol.

Ia menginspirasi Atletico kembali ke kasta tertinggi dan menjadi kapten klub. Namun penampilannya yang meroket berbarengan dengan masa-masa mengecewakan untuk Atletico yang harus hidup di bawah bayang-bayang Real Madrid.

Alhasil, Torres jauh dari trofi apapun pada periode pertamanya bersama Atletico. Ia pun memutuskan meninggalkan Atletico pada konferensi pers yang penuh cucuran air mata pada 2007, untuk mengumumkan kepindahannya ke Liverpool.

Ia berada di Inggris saat Atletico menyudahi puasa trofi selama 14 tahun dengan mengalahkan Fulham 2-1 untuk menjuarai Liga Europa 2010. Lalu, ia berada di Chelsea ketika bekas klubnya itu memenangi lima trofi dalam dua tahun di bawah asuhan Diego Simeone, ditandai dengan menjuarai Liga Spanyol musim 2013/14.

Torres memenangi Liga Champions, Piala FA, dan Liga Europa bersama Chelsea. Namun ia selalu mengaku benar-benar ingin merayakan kesuksesan dengan klub masa kecilnya. Ia pun kembali ke sana pada Januari 2015 pada perkenalannya yang dihadiri 40 ribu pendukung.

Ia hampir mengukir kisah sukses yang menjadi impiannya dengan mencapai final Liga Champions 2015/16 melawan Real Madrid. Namun, secara tragis, timnya kalah adu penalti atas rival sekotanya itu.

Pengaruh Torres mengecil sejak kekalahan itu dan ia tidak banyak dimainkan pada musim ini. Pelatih Simeone menyatakan pada Februari lalu bahwa ia tidak ingin mempertahankan sang pemain setelah musim ini habis. Mungkin karena itulah momen selebrasi juara Liga Europa kali ini terasa begitu mengharukan bagi Torres. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar