Teknologi Garis Gawang Malah Jadi Masalah di Prancis

Teknologi Garis Gawang Malah Jadi Masalah di Prancis
Credit : Perangkat kamera pemantau dalam teknologi garis gawang/Foto: Istimewa
profil foto

PARIS – Jangan terlalu yakin bahwa penggunaan teknologi garis gawang (goal line technology/GLT) akan menyelesaikan masalah. Pengalaman Ligue 1justru menunjukkan sebaliknya: GLT malah jadi sumber masalah baru.

Ini bermula dari insiden di ajang Piala Liga Prancis saat Amiens berhadapan lawan Paris Saint Germain, Rabu (10/1/2018) lalu. Saat itu, sundulan Adrien Rabiot menerpa tiang gawang lalu memantul ke dalam sebelum ditepis balik oleh kiper Amiens, Jean-Christophe Bouet.

Secara kasat mata sekalipun, terlihat jelas bahwa pantulan hasil tandukan Rabiot itu melewati garis gawang sekitar 30 cm. Anehnya, jam indikator GLT di tangan wasit sama sekali tidak bergetar tanda telah terjadi gol.

Selanjutnya terjadi insiden kedua pada laga Angers lawan Montpellier, masih di perempat final Piala Liga Prancis. Kali ini, problem yang terjadi justru sebaliknya.

Jam indikator GLT di tangan wasit justru tiba-tiba saja bergetar tanda terjadi gol. Padahal bola yang ditendang Daniel Congre jauh dari garis gawang.

Dua insiden beruntun itu benar-benar membuat para petinggi Ligue 1 kesal. Mereka pun langsung menghentikan penggunaan GLT. Meskipun sebetulnya Ligue 1 punya ikatan kontrak dengan GoalControl –penyedia teknologi GLT asal Jerman—sampai 2019.

“Dua anomali ini sama sekali tak bisa diterima,” kata Didier Quillot, Direktur Ligue 1. “Teknologi dipakai justru untuk membantu tugas wasit. Jadi, kami harus bisa memastikan bahwa teknologi ini bekerja dengan baik.”

Belum diputuskan apakah Ligue 1 akan menghentikan sepenuhnya pemakaian GLT atau menggantinya dengan teknologi videro asisten wasit (VAR). *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar