Stadion yang Makan Korban 73 Suporter Itu Dibuka Lagi

Stadion yang Makan Korban 73 Suporter Itu Dibuka Lagi
Credit :
profil foto

PORT SAID – Untuk pertama kalinya setelah enam tahun, Port Said Stadium kembali menggelar pertandingan sepak bola. Inilah stadion yang menjadi saksi kematian 73 suporter sepak bola Mesir dalam salah satu tragedi paling berdarah sepanjang sejarah sepak bola modern.

Tuan rumah Al Masry menjadikan Port Said Stadium sebagai kandang mereka untuk menjamu Green Buffaloes dari Zambia di ajang African Confederation Cup. Tuan rumah pun meraih kemenangan meyakinkan 4-0 dalam laga ini, Senin (11/2/2018) dini hari WIB.

Namun kewaspadaan masih mewarnai pertandingan ini. Manajemen Al Masry membatasi penonton hanya 10 ribu orang dari kapasitas 24 ribu tempat duduk. Selain itu, sejumlah besar polisi dan tentara juga disiagakan di dalam stadion.

“Kami sudah menunggu momen ini begitu lama,” kata Mahran Al Sayed, seorang pendukung Al Masry, seperti dikutip The Star. “Kami sama sekali tidak tahu apa yang dulu terjadi. Stadion ini tak memiliki kesalahan apapun atas tragedi saat itu.”

Pendukung Al Masry selama ini menjadi pihak yang disalahkan dalam “Tragedi Kerusuhan Port Said”. Dengan jumlah yang lebih besar, mereka menyerang kelompok kecil pendukung Al Ahly yang terkunci di dalam stadion karena pintu gerbang dikunci petugas keamanan.

Akibat tragedi yang terjadi pada 1 Februari 2012 itu, sedikitnya 73 suporter jadi korban –72 di antaranya dari tim tamu, Al Ahly. Dari pihak tuan rumah, hanya satu korban meninggal ditambah satu petugas keamanan.

Al Ahly adalah klub dengan basis suporter terbesar di Mesir. Hingga kini, suporter dan keluarga korban tragedi tersebut masih gigih menyuarakan tuntutan keadilan bagi para korban. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar