Sepak Bola Membuat Fans Chelsea ini Menjadi Sangat Percaya dengan Takhayul

Sepak Bola Membuat Fans Chelsea ini Menjadi Sangat Percaya dengan Takhayul
Credit : Foto - Dok. FIFA
profil foto
  • ocim -
  • 17 Mar 2020 13:54:00 -
  • 536 views

DEAN tidak menginginkan kubus rubik, atau mainan tokoh Star Wars, dan lainnya saat merayakan ulang tahun ke-7 pada Oktober 1980. Ia hanya ingin tiket pertandingan Chelsea FC, untuk menemani ayahnya menonton di Stamford Bridge.

Ibunya menolak. Bagaimapun, saat itu adalah Inggris di era 1980-an. Hooliganisme menghantui stadion. Tapi Dean terus memohon. Ayahnya kemudian ikut merayu. Sang ibu akhirnya mengalah.

"Saya tidak akan pernah melupakannya," kata Dean Fraser-Phillips, kepada FIFA.com. "Itu adalah ulang tahun ke-7. Saya sangat bersemangat. Ayah membelikan banyak barang. Ada kue dan syal. Chelsea mempermainkan Newcastle United. Chelsea menang 6-0. Sejak itu syal menjadi bagian hidup. Istri menyebut itu kulit kedua saya."

Memang sudah ada 600 pertandingan ditambah di 25 negara, termasuk dua final Liga Champions Eropa, tiga final Piala FA, dan sekali final Piala Dunia 1998 Prancis.

"Pada 1993 saya tidak bia menemukan syal itu. Dari Oktober sampai Desember Chelsea bermain dalam 11 pertandingan, tanpa kemenangan. Kalah sembilan kali," katanya.

"Suatu hari ibu berkata telah menemukan syal saya. Jadi saya memakainya, pergi menonton pertandinga dan Chelsea menang tiga pertandingan beruntun. Saya berpikir, syal ini sangat istimewa."

"Kemudian maih di era 1990-an saya kehilangan syal di Old Trafford. Chelsea lalu dalam 10 pertandingan tanpa kemenangan. Itu jauh sebelum zaman media sosial. Saya menghubungi klub dan mengatakan kehilangan syal keberuntungan. Kemudian seorang fans menghubungi saya lewat pesan pendek. Ia mengatakan telah menemukan syal saya di taman."

"Ternyata ia adalah penggembar Manchester City. Beruntung ia bukan penggemar Tottenham Hotspur. Kalu iya ia bisa saja memberikan syal itu kepada gelandang, atau membuangnya ke tempat sampah."

"Setelah syal saya kembali, Chelsea menang empat pertandingan berikutnya, tanpa kebobolan!"

"Lalu ada final Liga Champions di Rusia pada 2008. Chelsea menghadapi Manchester United. Saya melepas syal, lalu John Terry terpeleset dan ketinggalan. Semua berakhir."

"Pada 2012 Chelsea pergi ke Allianz Arena untuk menghadapi Bayern Muenchen. Teman saya berkata, ini syal keberuntungan, bukan? Jangan sampai dilepas."

"Tapi cuaca relatif hangat, jadi saya melepasnya. Bayern Muenchen cetak gol. Saya pasang syal lagi, Chelsea cetak gol. Sampai kemudian adu penalti. Saya melepas syal, penalti pertama tidak masuk. Saya pakai lagi syal itu, Bayern Muenchen melewatkan dua penalti, dan Chelsea menang."

"Sejak saat itu syal tidak pergi dari leher. Tidak peduli seberapa panas. Itu adalah pesona keberuntungan. Saya orang yang sangat percaya takhayul."

"Saya tidak mengatakan bahwa tiap kali memakainya, Chelsea menang, tapi setiap pertandingan saya memakainya, Chelsea dapat hasil bagus."

Pada 2011 Dean sudah pindah ke Swedia untuk bekerja. Cerita takhayul kembali dirasakannya.

"Saya ingin menemukan tim sepak bola untuk didukung. Saya pindah ke kota bernama Norrkoping. Saya pergi menemui beberapa pendukung tim lokal. Tapi saya tidak merasakan cinta, saya tidak merasakan koneksi apapun. Saya merasa seperti selingkuh terhadap istri."

"Kemudian pada 2012, sahabat saya, Lisa De Vanna, mengtakan datang ke Swedia untuk bermain sepak bola di Linkopings. Saya jawab itu hanya 20 menit jauhnya dari tempat saya bekerja."

"Saya bertemu Lisa ketika sempat tinggal di Australia. Saya pergi menonton pertandingan sepak bola wanita, dan bertanya siapa itu? Dia bisa berlari seperti Carl Lewis. Saya pikir dia pemain paling berbakat yang pernah saya lihat."

"Dia telah menjadi teman terbaik saya di dunia, selama 20 tahun. Kami berbicara setiap hari di telepon. Saya mencintainya sampai mati. Dia adalah manusia yang luar biasa."

"Tapi bagaimanapun Linkopings juga memiliki Karen Bardsley, Nilla Fischer, Lotta Rohlin, Pernille Harder, Magdalena Eriksson, Jonna Andersson. Melalui Lisa, saya bertemu beberapa teman terbaik. eperti Fran Kirby, Sam Kerr, dan lain-lain."

"Saya lalu sadar kalau mencintai sepak bola wanita. Bukan karena sahabat saya bermain, tapi karena buat saya itu jauh lebih baik daripada sepak bola pria."

"Keponakan membelikan saya boneka beruang. Kami memanggilnya Leo. Leo adalah syal Chelsea saya di Linkopings. Saya membawanya ke pertandingan dan kami memenangi gelar liga back to back."

"Kemudian saya pindah. Menaruhnya di lemari di suatu tempat. Linkoping selesai di peringkat ketujuh, lalu kedelapan. Keponakan saya bertanya tentang Leo, jadi saya mengeluarkannya, membawanya lagi ke pertandingan. Linkopings lalu menang empat kali beruntun. Musim ini Leo pergi ke setiap pertandingan. Percayalah dengan saya, bagaimana hasilnya."

"Setiap kali saya pergi ke menonton Linkopings sekrang, saya harus duduk di kursi yang sama. Jika saya tidak melakukannya, kami akan kalah."

"Jika saya melakukan duduk di kursi yang sama, Linkopings menang. Sepak bola telah membuat saya sangat percaya takhayul di bidang kehidupan lainnya."

Takhayul Dean telah terhapus di bagian lainnya, Emilia.

"Istri saya pendukung Real Betis. Dia dari Sevilla. Punya buku yang mengandung keberuntungan, jadi selalu dibawa tiap pergi menonton pertandingan. Di hari Minggu dia membawa buku itu ke sebuah cafe dan Real Betis mengalahkan Real Madrid."

Buku yang diberkati sedang mendekati hari ulang tahun pertamanya. Namun "pernikahan" Dean dengan syalnya mendekati durasi 40 tahun.

"40 Tahun, wow," ucap Dean. Saya sangat bangga akan hal itu. Saat mati, syal itu akan dikubur bersama saya."

"Terlepas dari istri saya, syal itu adalah hal paling saya cintai di dunia. Itu bagian dari kepribadian saya. Jika rumah saya terbakar, syal adalah barang pertama yang saya selamatkan. Setelah itu baru istri, tentu saja."*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar