Pindah Halauan dari Spanyol, Vamos Indonesia Kirim 20 Pemain ke Kroasia

Pindah Halauan dari Spanyol, Vamos Indonesia Kirim 20 Pemain ke Kroasia
Credit : Vamos Indonesia
profil foto
  • ocim -
  • 29 Oct 2020 20:47:00 -
  • 267 views

KOMITMEN untuk mengirim talenta sepak bola terbaik di Indonesia ke level dunia, terus dilakukan oleh Vamos Indonesia. Meski pandemi Covid-19 telah mempengaruhi seluruh aspek tak terkecuali olahraga, Vamos Indonesia tetap berupaya untuk mengirim anak-anak Indonesia agar bisa bermain di Liga-Liga Eropa.

Setelah empat musim kompetisi sebelumnya senantiasa ke Spanyol dan sukses mengantarkan beberapa anak bermain di Divisi 3 hingga 3 hingga Divisi 5 Liga Senior serta partisipasi pada Liga Juvenille (U19), Vamos Indonesia kini mulai melebarkan sayapnya ke Kroasia.

Untuk musim 2020-2021 ini, Vamos Indonesia memberangkatkan 20 anak Indonesia berusia 17-20 tahun yang didapat dari hasil seleksi serta pengamatan langsung terhadap talenta muda terbaik dari turnamen Liga Top Skor, Piala Soeratin serta Tim Pelajar Indonesia.

Negara Kroasia dipilih karena akses, fasilitas, iklim kompetisi serta masih menjadi kekuatan sepak bola terkuat di dunia (saat ini ranking 9 FIFA). Dua pemain senior dari tim Vamos Indonesia akan bermain di Divisi Tiga Kroasia.

Mereka adalah Muhammad Reza Kusuma (20) dan Aditya Affasha Riawan (19) yang akan memperkuat NK Primorac. Saat ini, Primorac menduduki klasemen 10 dari 17 tim di Divisi Tiga Wilayah Selatan (Divisi Tiga dibagi dalam 4 wilayah).

Tiga pemain senior Vamos Indonesia lainnya akan memperkuat HNK Zadar di Divisi Empat Kroasia. Mereka adalah Dennish Diaz Himawan (19), Raihan Abdul Hakim Hadi Rizki (19) atau biasa disapa Rere dan Teguh Pangestu (19).

Sedangkan 15 pemain Vamos Indonesia yang masih berusia 17 dan 18 tahun, akan berlatih di Klub HNK Zadar untuk mengasah kemampuan sepak bola mereka. Vamos Indonesia ada di Kroasia sampai Juni 2021.

Founder Vamos Indonesia, Fanny Riawan, menyatakan bahwa tantangan yang harus dihadapi di dunia olahraga saat ini kian berat, akibat terkena dampak pandemi Covid-19, namun selalu ada jalan untuk mencari peluang.

“Tahun ini adalah tahun terberat khususnya bagi anak-anak Indonesia yang di musim lalu sudah bisa bersaing di kompetisi liga-liga Spanyol. Musim lalu, Vamos Indonesia telah mengirim 28 anak bermain di wilayah Palencia (Castilla de Leon-Madrid), Palamos (Catalunia-Barcelona) dan Ceuta di Andalusia. Selain itu 2 anak lain sempat mencicipi iklim kompetisi Divisi Dua India. Namun sejak awal pandemi merebak, seluruh anak Indonesia, telah kami pulangkan dengan selamat ke rumah masing-masing,” kata Fanny.

Sebelum menjajaki kerjasama di satu negara, Vamos Indonesia selalu menekankan pentingnya anak Indonesia untuk bisa bermain di liga resmi sebagai syarat utama.

"Sebenarnya kalau masalah talenta dan bakat, anak-anak Indonesia tidak pernah kalah dan mampu bersaing dengan pemain luar. Namun hal yang membedakan adalah, pemain luar itu terbentuk lewat kompetisi yang bagus dan berjenjang, sehingga memunculkan fighting spirit, mental serta attitude yang lebih baik," imbuh Fanny.

Menurut Fanny, “Basis tim yang kuat, adalah hasil dari pemain yang pintar dan kuat karena bermain di liga secara rutin tiap minggu. Hanya lewat bermain rutin lewat liga dengan mengejar hukum 10.000 jam, maka output pemain pintar dan kuat bisa dihasilkan. Semua butuh proses dan tidak ada Jalan pintas.”

Selain berlatih dan mengembangkan kemampuan sepak bola bersama klubnya masing-masing, 20 pemain Vamos Indonesia ini juga menyiapkan diri untuk mengikuti sejumlah pertandingan persahabatan maupun beberapa turnamen di Eropa yang digelar kembali mulai tahun depan, antara lain Mediterranian International Cup (MIC) yang berlangsung 30 Maret-5 April 2021 di Costa Brava, Spanyol dan Gallini Cup di Italia pada akhir April 2021.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar