Piala Presiden Bikin Okupansi Hotel di Solo Bergairah

Piala Presiden Bikin Okupansi Hotel di Solo Bergairah
Credit : Ilustrasi pertandingan Piala Presiden 2018 - Foto/LIB
profil foto

SOLO – Meski tidak memiliki wakil di Piala Presiden 2018, kota Solo tetap merasakan atmosfer ajang pramusim ini. Kota Bengawan dapat kehormatan menggelar perempat final dan sebagian semifinal.

Dan, hasilnya Piala Presiden 2018 ini mampu mengatrol okupansi atau tingkat hunian hotel di kota asal Presiden RI Joko Widodo ini.

Kesempatan pertama adalah saat Stadion Manahan, Solo menggelar babak perempat final pada Sabtu-Minggu (3-4/2/2018) pekan lalu. Sebanyak delapan tim terbaik datang dan bertanding di stadion termegah di Jawa Tengah ini.

Kehadiran para kontestan babak 8 Besar ini mampu membuat para pelaku bisnis perhotelan di Solo tersenyum. Bagaimana tidak, tim-tim kontestan serta perangkat pertandingan hingga keluarga pemain dan suporter tim juga mau tidak mau menginap pula di Solo.

“Penyelenggaraan Piala Presiden di Solo berimbas kepada okupansi hotel kami. Terlebih Februari selalu dikenal sebagai low session. Bersyukur kami kecipratan rezeki dari Piala Presiden 2018,” kata Public Relations Manager Lorin Hotel Solo, Dhani Wulandari, Jumat (9/2/2018).

Lorin Hotel pada babak perempat final menjadi tempat menginap skuat Bali United. Di hotel ini, lanjut Dhani, Serdadu Tridatu membooking sekitar 20 kamar untuk pemain, tim pelatih hingga official. Tim arahan Widodo C. Putro ini menginap hingga empat malam.

Disebutkan Dhani, tidak hanya tim, ada juga keluarga pemain dan suporter Bali United yang akhirnya ikut menginap di hotel yang sama. Dan ini berarti makin menambah jumlah tamu di Lorin Hotel.

Terpisah, Public Relations Manager Novotel Solo, Tiwik Widyowati mengakui hal yang sama. Dia mengatakan jika pada babak perempat final, Novotel Solo menjadi markas dari Mitra Kukar.

“Kami terkena imbas menguntungkan dari Piala Presiden 2018. Selain tim, juga ada keluarga pemain dan suporter yang menginap di Novotel Solo,” ujar Tiwik.

Dikatakan Tiwik sebenarnya Februari bukan bulan yang bersahabat untuk bisnis perhotelan di Solo, karena lesunya tingkat hunian. Namun dengan gelaran Piala Presiden, okupansi menjadi lebih baik.

Begitu pula Hotel Aston Solo yang merasakan imbas gelaran serupa. Hotel yang terletak di pusat kota ini bahkan menampung dua tim sekaligus pada babak perempat final lalu. Persija dan Sriwijaya FC menginap di tempat ini. Imbasnya tentu saja okupansi yang otomatis terkerek.

Sales and Marketing Manager Aston Solo, Diana Widya, mengatakan Persija dan Sriwijaya masing-masing memakai sekitar 20 kamar. Dan, pada semifinal ini Persija juga kembali memilih hotel itu sebagai tempat menginap.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar