Persiapan Mepet, Hierro Tetap Gunakan Taktik Lopetegui untuk Lawan Portugal

Persiapan Mepet, Hierro Tetap Gunakan Taktik Lopetegui untuk Lawan Portugal
Credit : Fernando Hierro (kiri) bersama Sergio Ramos/Foto: RFEF
profil foto

MOSKOW – Pelatih baru tim nasional (timnas) Spanyol, Fernando Hierro, mengaku terdesak oleh waktu sehingga hanya meneruskan persiapan yang sudah diatur oleh pelatih sebelumnya, Julen Lopetegui. Hal itu diungkapkannya jelang laga perdana Spanyol di Grup B melawan Portugal, Sabtu (16/6/2018) dini hari WIB.  

Lopetegui memiliki catatan mengesankan 20 laga tanpa kalah sebagai juru latih dengan menoreh 14 kemenangan plus enam hasil seri selama persiapan menuju Piala Dunia 2018. Namun ia dipecat selepas diumumkan sebagai pelatih Real Madrid, hanya dua hari sebelum Piala Dunia dimulai.

“Hanya perubahan kecil yang bisa dilakukan,” kata Hierro kepada awak media. “Anda tidak bisa melakukan perubahan latihan dalam masa dua hari, sementara sebagian besar staf teknik yang lama masih bersama tim ini.”

“Kami sudah menyaksikan video calon lawan dan kami perlu bersikap bijaksana,” kata Hierro lagi. “Sulit membuat perubahan dalam tempo singkat sebelum bertemu Portugal. Saya mengikuti semua sesi latihan sebelum ini. Dengan apa yang sudah kami lalui, memang saya tak boleh membuat perubahan dalam masa dua hari saja.”

Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales, memang membuat keputusan “gila” saat memecat Lopetegui. Ia tak terima sikap Lopetegui yang menerima tawaran menjadi juru latih baru Madrid tanpa pengetahuan RFEF.  

Hierro, bekas kapten Madrid, enggan mengkritik tindakan klub lamanya itu. Namun ia juga mengakui peluang untuk menangani timnas sukar untuk dilepaskan.  

“Ini tantangan yang baik. Saya tahu apa yang perlu dilakukan dan kerja yang dilakukan oleh Julen sebelum ini cukup hebat," katanya.  “Saya perlu membuat keputusan dengan cepat. Saya tidak dapat menolak tugas ini. Saya pasti tidak dapat memaafkan diri sendiri nanti.”

Pelatih berusia 50 tahun itu hanya memiliki pengalaman melatih klub divisi dua, Real Oviedo. Namun percaya semua pemain sudah bersedia untuk melupakan segala kekalutan yang melanda dan fokus menjuarai Piala Dunia 2018. Diawali dengan kemenangan atas juara Eropa, Portugal, di Sochi.  

“Mereka pemain profesional yang cukup matang dan bertanggungjawab,” katanya, yakin. “Jika saya tidak yakin kami bisa mencapai sesuatu dalam kejuaraan ini, saya tidak akan berada di sini.” *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar