Menunggak Gaji, Sejumlah Klub Liga Malaysia Diutimatum

Oleh Aditya Gilang - 14 Feb 2018 11:37:20
Credit : Sebagian pemain Kuantan FA, klub yang bermasalah soal tunggakan gaji pemain/Foto: NST

KUALA LUMPUR – Musim baru kompetisi Liga Malaysia terus diwarnai persoalan tunggakan gaji yang tak kunjung tuntas. Perkongsian Liabiliti Terhad Bolasepak Malaysia (FMLLP), operator kompetisi sepak bola profesional di negeri jiran itu, meminta klub-klub membereskan masalah itu sebelum batas akhir pendaftaran pemain pada 31 Maret 2018.

Persoalan tunggakan gaji tak hanya dialami Kuantan FA, klub kasta kedua yang kasusnya paling banyak disorot. Sebenarnya beberapa klub di kasta tertinggi, Liga Super Malaysia alias Liga-M, juga mengalami masalah serupa dan dalam bahaya untuk dikenai tindakan tegas FMLLP.

Perkara itu ditegaskan oleh Ketua Pegawai Eksekutif FMLLP, Kevin Ramalingam. Ia mengultimatum klub-klub agar segera melengkapi segala dokumen pendaftaran pemain supaya hukuman pemotongan poin seperti terjadi pada musim lalu tidak berulang.

“Untuk mendaftarkan pemain, klub perlu dokumen yang lengkap, termasuk bukti pelunasan gaji,” kata Ramalingam. “Jika ada dokumen tak lengkap, berarti ada masalah di situ. Para ahli FMLLP akan buat keputusan jika ada tim yang gagal melengkapi dokumennya.”

Beberapa hari lalu, enam mantan pemain Kuantan FA mendakwa klubnya masih menunggak gaji mereka. Padahal, Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM) sudah mengarahkan Kuantan FA agar melunasi tunggakan gaji yang berjumlah RM 145.250 (setara Rp 504 juta) pada 15 Januari 2018 lalu.

Berdasarkan laporan, Kuantan FA masih mempunyai enam kasus tunggakan gaji yang dibawa ke FIFA. Ditambah lagi 21 kasus lain yang ditangani oleh FAM.

Beberapa tim lain di Liga-M, seperti Kelantan, Pahang, PKNP FC, Perak, Melaka United, dan PKNS FC juga masih berkasus terkait tunggakan gaji, kompensasi pemutusan kontrak, dan sebagainya yang masih lagi menunggu keputusan di pihak FIFA dan FAM.

Begitu pula Sarawak, Pulau Pinang, dan Felcra FC yang bertanding di Liga Perdana juga mempunyai kasus dengan FIFA dan FAM. Namun Ramalingam  menampik ide mantan pemain Kuantan FA, Amirullah Abd Razab, agar klub bermasalah dilarang bermain selama masih berkasus.

“Adakah dengan melarang Kuantan FA bertanding akan menjamin mereka mendapat bayaran gaji yang tertunggak itu?” Ramalingam balik bertanya. “Sekurang-kurangnya bila kita biarkan mereka berkompetisi, mereka akan ada rasa tanggungjawab untuk bayar karena takut dikenai hukuman.” *



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?


Bagikan



© eyesoccer.id 2016 | Tentang Kami