Mengakali Pajak, Klub Liga China Terancam Potongan 10 Poin

Oleh Aditya Gilang - 14 Feb 2018 10:48:02
Credit : Cedric Bakambu (tengah) berlatih dengan rekan-rekan setimnya di Guoan/Foto: MARCA

BEIJING – Nasib pahit harus dirasakan Bejing Guoan. Klub Liga Super China (CSL) itu terancam mendapat hukuman pengurangan 10 poin gara-gara permasalahan transfer striker barunya, Cedric Bakambu.

Asosiasi Sepak Bola Cina (CFA) tidak mengizinkan klub CSL mendapat celah untuk menghindari kewajiban membayar pajak atas transfer pemain. Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, mereka telah membuat aturan yang ketat dengan konsekuensi hukuman pengurangan poin di klasemen liga.

Guoan berpeluang besar menjadi korban pertama terobosan besar ini. Jika mereka gagal membayar sejumlah besar pajak atas transfer Bakambu, maka sang pemain tidak akan diizinkan bermain di CSL dan Guoan akan mendapat hukuman pengurangan 10 poin.

CFA mengimplementasikan kebijakan tersebut setahun lalu untuk memastikan agar klub-klub CSL membayar “pajak kemewahan” jika mereka melakukan transfer yang melebihi batas. Untuk pemain asing, nilai pajaknya ditetapkan sebesar 5,8 juta Euro, sedangkan untuk pemain lokal sebesar 2,5 juta Euro.

Seakan tidak menyerah, klub klub CSL ternyata terus berusaha mencari celah agar mereka tetap bisa mendatangkan pemain top namun lolos dari kewajiban pajak. Guoan mungkin berpikir bahwa mereka telah menemukan celah tersebut dengan mendatangkan Bakambu sebagai pemain bebas transfer.

Mereka menggunakan pihak ketiga untuk membayar klausul pelepasannya sebesar 40 juta Euro. Dengan demikian, status Bakambu menjadi bebas transfer usai kesepakatan tersebut dan ia bisa bergabung dengan Guoan tanpa terkena pajak kemewahan.

Akan tetapi, CFA rupanya telah meneliti kasus ini dan memvonis Guoan bersalah. Mereka bersikeras bahwa pembayaran klausul pelepasan transfer pemain, baik melalui pemain secara pribadi atau melalui pihak ketiga, juga termasuk kategori biaya transfer dan tidak dikecualikan dari pajak.

Guoan pun harus membayar tambahan 40 juta Euro lagi sebagai pajak kemewahan untuk pembangunan persepakbolaan China. Konsekuensinya, Bakambu untuk sementara ini belum bisa didaftarkan sebagai pemain Guoan selagi pajaknya belum dilunasi. *



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?


Bagikan



© eyesoccer.id 2016 | Tentang Kami