Menang Terus dan Juara, Tim Peserta Piala Presiden Bisa Dapat Rp 3,8 Miliar

Credit : Jumpa pers Piala Presiden 2018 - Foto/Eyesoccer
profil foto

JAKARTA - Panitia penyelenggara Piala Presiden 2018 mengumumkan distribusi hadiah turnamen pramusim ini. Pengumuman dilakukan usai pertemuan manajer tim peserta di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Selain distribusi hadiah, panitia juga merilis daftar match fee untuk tim yang bertanding. Match fee berlaku mulai penyisihan grup sampai perempat final.

Tim juara nantinya mendapatkan Rp 3,3 miliar. Itu berarti naik Rp 300 juta dari Piala Presiden 2017. Kemudian untuk peringkat kedua mendapatkan Rp 2,2 miliar.

Sedangkan peringkat ketiga dan peringkat keempat mendapatkan masing-masing Rp 1,1 miliar dan Rp 550 juta.

Nantinya juga ada hadiah buat pencetak gol terbanyak, yaitu Rp 150 juta. Kemudian pemain terbaik diganjar hadiah uang Rp 250 juta. Sementara pemain muda terbaik kebagian Rp 150 juta.

Panitia juga memberi apresiasi buat wasit. Nantinya wasit terbaik akan menerima hadiah uang Rp 50 juta. Suporter pun juga berhak dapat hadiah sebagai yang terbaik dengan Rp 100 juta.

Panitia pun memberi subsidi. Untuk tim yang menjadi tuan rumah, panitia memberi subsidi sebanyak Rp 800 juta. Banyaknya subsidi itu karena tim tuan rumah harus menanggung akomodasi dan transportasi lokal tim tamu.

Kemudian untuk tim tamu akan menerima subsidi perjalanan sebanyak Rp 100 juta. Namun perkecualian untuk Persipura dan Perseru. Oleh karena jarak yang jauh, dua tim dari Papua itu menerima Rp 125 juta untuk subsidi perjalanan.

Sementara untuk match fee sampai perempat final, nantinya tim yang menang langsung menerima Rp 125 juta, seri Rp 100 juta, dan kalah Rp 75 juta. Di semifinal sampai final tidak ada lagi match fee, karena peringkat pertama sampai keempat akan menerima hadiah.

Dengan begitu bila tim yang mampu memenangi semua pertandingan fase grup, perempat final, semifinal, dan juara, bisa mendapatkan hadiah uang total Rp 3,8 miliar.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar