Madura United Bertekad Lewati Adangan Persebaya

Madura United Bertekad Lewati Adangan Persebaya
Credit : Foto - PSSI
profil foto
  • ocim -
  • 26 Jun 2019 22:00:00 -
  • 982 views

PAMEKASAN - Madura United bertekad harus menang pada pertemuan keduanya melawan Persebaya Surabaya, dalam lanjutan babak delapan besar Kratingdaeng Piala Indonesia yang akan berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kamis (27/6).

Di atas kertas, Madura United lebih diuntungkan daripada lawannya untuk lolos ke semi final. Hitungan tersebut tidak lepas dari hasil pada pertandingan pertama lalu yang berhasil menahan imbang Persebaya dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo.

Madura United hanya butuh gawangnya tidak kebobolan selama 90 menit pertandingan. Kalaupun harus kebobolan, praktis Madura United harus bisa keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut untuk betul-betul bisa lolos kebabak semifinal Piala Indonesia.

Namun, hitungan di atas kertas tersebut bukanlah perkara mudah untuk direalisasikan. Bola bundar adalah filosofi pertandingan sepakbola yang diakui Dejan Antonic harus diingat para pemainnya agar fokus.

“Hasil kemarin kita abaikan bahwa kita sudah memiliki keunggulan menahan imbangmereka. Karena kemenangan adalah terpenting untuk meloloskan Madura United ke Semifinal. Jangan sampai kesempatan besar ini runtuh,” tegas Dejan.

Tensi pertandingan yang tinggi dan beban moral yang diemban Madura United saat ini dalam tekanan seiring dengan ekspektasi tinggi, ditegaskan Dejan jangan sampai menjadikan pemainnya tertekan.

“Semua pemain harus merasakan enjoy dan menikmati pertandingan. Dukungan moral agar kami betul-betul menjadi tuan rumah sangat penting bagi kami pada pertandingan besok. Jadikan para pemain memiliki kebanggaan dengan kehadiran supporter berloreng merah putih di Stadion,” jelasnya.

Kendati hanya butuh gawang timnya tidak kemasukan bola, Dejan mengakui, bukan berarti para pemainnya bakal tampil dengan stategi bertahan. Sebab, dia berpandangan menyerang merupakan pertahanan terbaik.

“Saya sudah bilang ke coach Kurnia Sandy (Pelatih Penjaga Gawang) untuk kerja keras lagi di latihan. Satu lagi, kami menguatkan pertahanan bukan untuk bertahan, saya selalu bicara dengan anak-anak untuk menyerang, sebab bola di pertahanan itu berbahaya,” tutup Dejan.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar