Madrid Terus Dituding Merampok Juventus, Zidane Marah

Madrid Terus Dituding Merampok Juventus, Zidane Marah
Credit :
profil foto

MADRID – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, sangat marah dengan cemooh terus-menerus atas keberhasilan timnya melaju ke semifinal Liga Champions dengan menyingkirkan Juventus. Ia menyebut orang-orang tersebut kesal dan iri atas kesuksesan klubnya.

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, salah satu yang masih mengeluhkan keputusan kontroversial wasit pada laga leg kedua di Santiago Bernabeu. Ia menuding kekalahan agregat 3-4 timnya karena terlalu banyak waktu tambahan dimainkan. Sementara keputusan untuk menghadiahkan penalti kepada Madrid atas pelanggaran Mehdi Benatia disebut oleh sebagian media Italia -bahkan Spanyol sebagai “perampokan”.

“Ini memalukan. Saya sangat kecewa karena orang-orang terus berbicara tentang perampokan,” kata Zidane pada konferensi pers menjelang pertandingan La Liga timnya menghadapi tim papan bawah, Malaga. “Kami harus menghentikan tuduhan seperti ini.”

“Setiap orang dapat memiliki pendapat mereka, dan saya tidak akan menanggapi apa yang dikatakan para pemain,” katanya lagi. “Tetapi semua yang akan saya katakan adalah tidak seorang pun (di media) dapat berbicara kepada saya tentang perampokan. Saya marah tentang itu. Saya tidak percaya orang-orang mengatakan hal-hal ini.”

Penalti Cristiano Ronaldo yang dikonversi menjadi gol saat melawan Juventus membuat Madrid melaju ke semifinal bertemu Bayern Muenchen meski kalah di leg kedua 1-3. Ini membuat mereka tetap di jalur untuk meraih kemenangan ketiga berturut-turut di kompetisi Liga Champions.

Zidane mengatakan dia yakin serangan terhadap timnya dimotivasi oleh dominasi mereka yang berlanjut di Eropa. “Ketika orang berbicara tentang perampokan, Anda menyadari bahwa kami menjengkelkan banyak orang dengan apa yang kami lakukan,” kata pelatih asal Prancis itu.

“Kami tidak bisa mengubah itu, tapi saya akan selalu membela para pemain saya,” ia menegaskan. “Kami pantas lolos, tanpa keraguan. Kami bermain sangat baik dan kami berada di semifinal.”

“Ada orang-orang yang anti-Madrid dan kami tidak bisa mengubah itu,” tambah Zidane. “Kami terus melakukan apa yang kami lakukan.”

Madrid kini berada di urutan keempat klasemen La Liga dan harapan untuk juara sangat tipis. Tapi mereka masih bisa mengejar trofi Liga Champions ke-13, yang akan membuat mereka menjadi tim pertama yang memenangkan trofi tersebut tiga tahun berturut-turut sejak Bayern Muenchen 1974, 1975, dan 1976. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar