Liga Malaysia Diguncang Skandal Pengaturan Skor

Liga Malaysia Diguncang Skandal Pengaturan Skor
Credit : Ilustrasi pernyataan FAS dan Ketua Pegawai Eksekutif FMLLP, Kevin Ramalingam/Foto: BH
profil foto

KUALA LUMPUR – Baru bergulir beberapa pekan, kompetisi Liga Malaysia sudah diguncang skandal pengaturan skor. Bukan di kasta tertinggi memang, melain di kasta di bawahnya yang disebut Liga Perdana Malaysia (Malaysia Premier League).

Isu ini mula-mula dilontarkan oleh Persatuan Bola Sepak Sarawak (FAS) melalui akun media sosial. Dalam pernyataan yang diunggah di Facebook itu, FAS mengaku menerima laporan bahwa sebagian pemainnya diduga menerima suap terkait kekalahan 2-3 dari Felcra FC pada aksi Liga Perdana di Kuching, Sabtu (10/2/2018) lalu.

Dalam laga itu, Sarawak memang mendahului unggul 2-0. Namun kemudian Felcra FC melesakkan tiga gol pada akhir pertandingan untuk menang 3-2.

Terkejut atas hasil tersebut, manajemen FAS pun melancarkan penyelidikan. Hal itu juga atas dorongan para suporter Sarawak yang kecewa dengan kekalahan timnya dari Felcra FC.

Hasilnya, FAS menemukan indikasi adanya suap terhadap sejumlah pemain. FAS pun kemudian membuat pernyataan berjudul “KENYATAAN MEDIA 11 FEBRUARI 2018” yang berisi permohonan maaf kepada berbagai pihak atas kekalahan dari Felcra FC.

Menanggapi hal ini, Perkongsian Liabiliti Terhad Bola Sepak Malaysia (FMLLP) mengaku terkejut. Operator kompetisi sepak bola profesional di Malaysia itu sekaligus menyesalkan sikap FAS yang tergesa-gesa mengumbar pernyataan melalui media sosial.

“Ini mengejutkan. Tapi FAS seharusnya mengikuti aturan main yang benar dengan lebih dulu melapor kepada FMLLP dan Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM),” kata Ketua Pegawai Eksekutif FMLLP, Kevin Ramalingam.

“Sepak bola adalah permainan yang pelik. Sesuatu yang normal bila tim kecil mengalahkan klub yang besar,” katanya lagi. “Jangan salah paham atas pernyataan saya. Kami menentang pengaturan skor dan jika dakwaan FAS benar, kami tidak akan menyembunyikannya.”

Kevin juga memastikan anak buahnya di FMLLP sudah menghubungi FAS. “Pegawai kami akan berangkat ke Kuching secepat mungkin untuk bertemu FAS," katanya, menegaskan. “Kami harap dapat mengetahui perkara yang sebenarnya secepat mungkin. Kami juga berharap FAS dapat membuktikan dakwaan mereka karena mengeluarkan pernyataan tanpa bukti yang kuat akan merusak bola sepak kita.” *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar