Klopp Apresiasi Pencapaian Bintangnya yang Jadi Pemain Terbaik Afrika 2017

Credit : Salah jadi Pemain Terbaik Afrika 2017/FOTO: Istimewa
profil foto
  • Busthomi -
  • 05 Jan 2018 14:56:37 -
  • 80 views

ACCRA – Aksi Mohamed Salah bersama Liverpool kian menuai banyak apresiasi. Kali ini, pemain timnas Mesir itu menjadi yang terbaik di Afrika. Sang pemain dinobatkan sebagai Player of The Year 2017 alias jadi pemain terbaik Afrika 2017.

Pemain 25 tahun itu sukses mengalahkan rekan setimnya di Liverpool, Sadio Mane (Senegal) di peringkat kedua dan top scorer Bundesliga musim 2016/2017 dari Borussian Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang (Gabon).

Salah juga sudah berhasil mengalahkan peraih penghargaan musim lalu, Riyad Mahrez (Aljazair) dari Leicester City. Sebelumnya di nominasi lima besar, selain tiga pemain itu ada nama Victor Moses (Chelsea/Nigeria) dan Naby Keita (Leipzig/Guinea).

Bersama “The Reds”, Salah sudah mencetak 23 gol dan delapan assist dari 29 laga. Padahal sang pemain baru didatangkan dari AS Roma di awal musim ini.

Bintang Liverpool, pembelian Salah seharga 36 juta Pounds juga menjadi yang tesukses di musim ini. Dan di Liga Primer, dia menjadi pencetak gol terbanyak kedua dengan 17 gol setelah Harry Kane (18 gol/Tottenham Hotspur).

Sementara bersama tim nasional Mesir, dia juga menjadi pahlawan dengan meloloskan negaranya ke Piala Dunia 2018, setelah puluhan tahun tak terlibat di kancah sepak bola tertinggi di dunia itu.

Salah mendapat penghargaan ini di Ghana atau sekitar 24 jam sebelum laga derby Merseyside menghadapi Everton di Piala FA. Namun sepertinya di laga itu sang pemain bakal absen.

Kinerja apik di Liverpool sangat dipuji oleh Jurgen Klopp. “Catatan ini luar biasa dan golnya juga luar biasa,” puji pelatih “The Reds” itu. “Saya ingin menunjukkan kepada Anda semua rekaman yang kami dapatkan dari permainannya. Ia sangat kuat secara fisik,” imbuhnya.

Namun Klopp menyebut, sang pemain bersama Philippe Coutinho tak akan berlaga kala menghadapi Everton itu. “Mo dan Phil tidak tersedia,” katanya. “Dengan Virgil [van Dijk] itu berbeda, saya harus membuat keputusan untuk pertandingan ini, akhirnya tidak dilakukan,”. Demikian seperti dilansir dari The Mirror. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar