Ketika Madrid Mencampakkan Coutinho dan Lebih Memilih Alipio

Oleh Aditya Gilang - 04 Jan 2018 17:00:24
Credit : Coutinho muda saat masih bermain untuk Vasco da Gama/Foto: Istimewa

JIKA operasi pembelian Philippe Coutinho oleh Barcelona membuahkan hasil, yang kecewa mungkin bukan hanya pendukung Liverpool. Pendukung Real Madrid, seteru Barcelona, juga pantas bersedih karena mereka pernah mencampakkan gelandang jenius itu.

Jalan karier Coutinho memang tak akan seperti ini jika peristiwa tahun 2008 itu berbeda. Saat itu, “Los Blancos” berada dalam era kepemimpinan Ramon Calderon. Entah mengapa, sang presiden menolak kesempatan untuk mendatangkan Coutinho dan lebih memilih Alipio.

Kesepakatan sebetulnya sudah tercapai melalui Miguel Angel Portugal selaku direktur teknik Madrid pada saat itu. Harap dicatat, kesepakatan itu hanya bernilai 2,5 juta Euro! Jauh di bawah harga pasaran Coutinho saat ini yang mencapai 170 juta Euro.

“Klub lebih tertarik untuk mendatangkan Alipio," demikian alasan dari klub yang bermarkas di Estadio Santiago Bernabeu tersebut. Adalah raksasa Serie A, Inter Milan, yang akhirnya mendatangkan Coutinho, pemain muda berusia 16 tahun, dengan harga 2 juta Euro saja.

Saat itu, Alipio memang digadang gadang sebagai calon bintang sesungguhnya. Kesepakatan tersebut terlihat bagus karena Madrid hanya membayar senilai 2,5 juta Euro.

Coutinho bertahan bersama “Nerazurri” selama lima tahun. Ia menikmati masa pinjamannya di Espanyol sebelum ia merampungkan kepindahan besarnya ke Merseyside.

Sementara itu, semuanya tidak berjalan dengan baik seperti yang diperkirakan untuk Alipio. Kariernya berjalan biasa-biasa saja dan terus berpindah klub.

Alipio memulai kariernya di Rio Ave sebelum ia pindah ke Madrid. Lalu, ia mencoba peruntungannya di Benfica, di mana ia kemudian dipinjamkan ke America-RN dan Al Sharjah. Omonia mendatangkannya dari Sporting Lisbon dan, sejak saat itu, ia telah berpindah klub dari Apollon Smymi, Luverdense, Vitoria, Atletico Goianiense, dan saat ini Vila Nova..

Dalam blognya, Miguel Angel Portugal menjelaskan situasi saat Alipio didatangkan dan Coutinho ditolak oleh Madrid. "Coutinho saat itu telah bermain sangat baik bersama Vasco de Gama," ia mengungkapkan. “Semua berita mengenai dirinya cukup baik dan sangat menjanjikan untuk mendatangkannya. Keputusan pun dibuat, yaitu membawanya ke Madrid.”

"Saya pribadi terbang ke Rio de Janeiro untuk menyaksikan dia berlatih dan bermain, untuk berbicara kepada orang tuanya,” Portugal melanjutkan. “Tentu, kami juga mengadakan pembicaraan mengenai kemungkinan untuk bergabung ke klub kami.”

“Semua berjalan dengan baik dan semua terlihat sempurna . Tetapi saat saya kembali dari Brasil saya mendapatkan kejutan,” ia menambahkan. “Ramon Calderon mengatakan kepada saya bahwa kami telah mendatangkan Alipio. Pemain berusia 16 tahun yang telah mereka pantau dan para pemandu bakat sepakat bahwa dia pemain yang sangat menarik."

Untuk harga yang dibayar Madrid demi Alipio, mereka sesungguhnya bisa mendapatkan Coutinho. “Ini memang mengejutkan tetapi itulah fakta," kata Portugal, menyesali.

Hanya berselang seminggu, Inter bergerak mendatangkan Coutinho dengan harga yang sama. Lalu, selebihnya, tinggal sejarah yang sudah diketahui para penggemar sepak bola sejagat. *



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?


Bagikan



© eyesoccer.id 2016 | Tentang Kami