Jelang Final Liga Europa Lawan Marseille, Atletico Tak Mau Berduka Lagi

Jelang Final Liga Europa Lawan Marseille, Atletico Tak Mau Berduka Lagi
Credit : Pemain Atletico Madrid/Foto: Atletico
profil foto

LYON – Selepas kekalahan memedihkan dalam dua kali final Liga Champions beberapa tahun lalu, Atletico Madrid kembali ke final kejuaraan antarklub Eropa. Tim asuhan Diego Simeone itu akan menantang Marseille pada final Liga Europa, Kamis (17/5/2018) dini hari WIB.

Simeone bertekad tak mau lagi merasakan kesedihan usai pertandingan final nanti. Kali ini, ia bertekad membawa timnya jadi pemenang dan merayakan kegembiraan bersama suporter.

Atletico tewas 1-4 pada waktu tambahan saat menghadapi Real Madrid pada final Liga Champions 2014. Padahal, mereka sempat begitu dekat dengan kemenangan dalam tempo 90 menit waktu normal. Mereka kemudian kembali kalah melalui adu penalti kepada musuh sekota itu pada final kompetisi yang sama, dua tahun kemudian.

Tersingkir dari fase grup Liga Champions musim ini menjadi satu kejutan besar buat pasukan kota Madrid itu. Namun mereka sudah melupakan semua itu dan kini menatap kegemilangan di laga final kompetisi kasta kedua antarklub Eropa.

Atletico mengintai peluang memenangi Liga Europa buat ketiga kalinya dalam sembilan musim. Sebelum ini, mereka meraih kejayaan pada 2010 dan 2012, setelah Simeone dilantik sebagai juru latih.

“Kami tidak sabar menanti laga final,” kata pemain belakang Juanfran kepada Radio Marca. Maklum, Atletico haus trofi juara sejak 2014, saat terakhir kali mereka memenangi La Liga.

“Dengan Simeone, banyak hal telah berubah di Atletico. Setiap apa yang kami alami dalam beberapa tahun ini akan kami ingat selama-lamanya,” katanya lagi. “Saya harap kami akan mendapatkan gelar kali ini.”

Trofi ini sangat mungkin menjadi gelar besar pertama dan terakhir bagi Antoine Griezmann sebagai pemain Atletico. Pemain yang dibesarkan tidak jauh dari Lyon namun menghabiskan sepanjang kariernya di Spanyol itu tengah didekati Barcelona.

Griezmann dan Diego Costa akan memimpin lini serang tim asuhan Simeone saat Atletico kembali ke Lyon. Ini kota di mana mereka kalah 0-3 kepada Dynamo Kiev pada final Piala Winners 1986.

Atletico memiliki banyak kenangan pahit pada final kompetisi Eropa. Namun begitu juga Marseille. Klub Prancis itu sebelum ini tampil dalam empat kali final. Tiga di antaranya tumbang. Kecuali saat mengalahkan AC Milan pada final Liga Champions 1993. *

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar