Jadi Pelatih Paling Aman Kombinasikan Pengalaman dan Ilmu di Kursus

Jadi Pelatih Paling Aman Kombinasikan Pengalaman dan Ilmu di Kursus
Credit : Istimewa
profil foto
  • ocim -
  • 08 Aug 2020 12:00:00 -
  • 853 views

MANTAN pelatih Timnas U-16 dan U-19, Fakhri Husaini, membagikan ilmunya tentang melatih. Terutama dilema yang sering dialami pelatih, yaitu bekerja keras mendapatkan lisensi melatih atau cukup berbekal pengalaman sebagai pemain.

Fakhri Husaini yang pernah menjadi pilar Timnas Indonesia, tidak menampik kalau pengalaman ketika menjadi pemain itu sangat berharga. Namun tidak bisa dinafikan pula, semua ilmu yang didapat saat mengikuti kursus pelatih juga harus diaplikasikan.

"Kalau saya jujur mengkombinasikan pengalaman jadi pemain, dengan teori-teori yang dipelajari ketika kursus," kata Fakhri Husaini yang memegang lisensi pelatih AFC Pro ini.

Oleh karena itu Fakhri Husaini mengajak kepada seluruh pelatih di Indonesia, agar jangan sekali-kali meninggalkan ilmu yang didapat saat menjalani kursus. Karena prinsipnya sepak bola itu terus berkembang, sehingga pengayaan terhadap ilmu sangat dibutuhkan.

"Jangan sampai pengalaman itu mengalahkan kursus. Karena dalam kursus itu kita mempelajari banyak aspek," ujar Fakhri Husaini dalam sesi Sharing to Coaches di channel YouTube Liga TopSkor.

Ambil contoh sebuah kurikulum atau buku panduan melatih, menurut coach Fakhri semua itu disusun lewat pemikiran dan pengalaman yang matang. Setelah itu dituangkan ke dalam bentuk buku supaya bisa menjadi panduan saat melatih.

"Pelatih harus terus belajar, soalnya sepak bola itu tidak berhenti di satu titik. Ilmu sepak bola akan berkembang terus," tutur coach Fakhri Husaini.

Seperti diketahui luasnya Indonesia ini belum diimbangi dengan jumlah pelatih yang memiliki lisensi, paling dasar sekalipun, yaitu C AFC. Masih banyak pelatih dari Sabang sampai Merauke yang mengandalkan pengalaman.

Itu adalah tugas dari PSSI untuk terus memassalkan kursus pelatih. Supaya mereka bisa tahu ilmu sepak bola, sehingga anak didiknya tidak salah memahami dasar-dasar sepak bola.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar