IJL Mayapada 2018 U-9: Kombinasi Pertahanan Kuat Disertai Dominasi dan Penyelesaian Tajam

IJL Mayapada 2018 U-9: Kombinasi Pertahanan Kuat Disertai Dominasi dan Penyelesaian Tajam
Credit : Indonesia Junior League Mayapada 2018
profil foto
  • Ridhoni -
  • 12 Mar 2018 15:00:15 -
  • 715 views

TANGERANG – Pekan Keempat, IJL Mayapada 2018 U-9 tidak mau kalah dengan kakak kelas mereka U-11. Ini terbukti dari kualitas para kontestan yang sangat ciamik dan mengundang decak kagum.

Berbekal teknik dan skill yang sangat menonjol para pemain dari tiap tim peserta menunjukkan kualitas mereka dalam bermain. Tidak hanya kualitas soal permainan mereka juga harus kuat dalam menjaga semangat mereka untuk tetap bisa memberikan aura positif kepada timnya.

Penampilan Ali Putra Kabaah dari ASIOP Apacinti sebagai seorang kiper. Patut dilayangkan pujian. Bagaimana tidak Ali melakukan banyak penyelamatan guna menghindarkan gawangnya dari berbagai macam serangan tim lawan.

Kali ini para pemain bertahan dengan postur yang besar terlihat sangat dominan di pekan Keempat kemarin. Salah satunya adalah M Terry Darmawan (Bhayangkara) dan Khairan Akmal Mubarok (Metro Kukusan), mereka berdua menjadi palang pintu terakhir timnya yang bersifat lugas serta disiplin untuk menjaga area pertahanannya dari serangan lawan.

Berbeda dengan dua rekannya Farik Rizqi menampilkan performa kokoh dan tegas layaknya Sergio Ramos di Real Madrid. Penampilannya yang menunjukkan diri sebagai pemain bertahan sejati menjadi tolak ukur untuk pemain asal Serpong Jaya tersebut.

Quartet lini tengah pemain terbaik U-9 di pekan Keempat ini juga tidak kalah bagusnya. Diisi oleh Rizki Eka Saputra (Pelita Jaya), Nayaka Aryastya (ASIOP), Valdo Putra Pratama (Pelita Jaya), dan Nabil El Nino (Parung Soccer School).

Kemudian dua tandem sisi penyerangan yang kreatif nan aduhai dalam menjebol gawang lawan. Yaitu Diego Andres Sinathrya (Serpong City) dan Wahyu Sulthon (Ragunan Soccer School) yang bermain untuk mengangkat performa timnya.

Untuk bisa mengolah susunan pemain tersebut, haruslah pelatih yang jeli agar bisa memanfaatkan potensi para pemain sepak bola muda tersebut. Yap! Harry bakir dari Pelita Jayalah yang paling pas mengisi posisi tersebut, berbekal catatan kecilnya dirinya bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki para pemain sepak bola muda tersebut. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar