Gila! Kekayaan Pemain Getafe Ini Bisa untuk Beli Real Madrid dan Semua Isinya

Gila! Kekayaan Pemain Getafe Ini Bisa untuk Beli Real Madrid dan Semua Isinya
Credit : Mathieu Flamini (kiri) dan Pasquale Granata - Foto/Istimewa
profil foto

GETAFE - Berita menggemparkan datang dari Spanyol. Salah satu pemain Getafe, klub La Liga, yaitu Mathieu Flamini, diketahui memiliki kekayaaan yang luar biasa. Bahkan mengalahkan megabintang lapangan hijau, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Seperti dikutip dari El Confidencial, Mathieu Flamini, 33 tahun, memiliki kekayaan mencapai 30 miliar euro atau sekitar Rp 501 triliun! Uang itu jika dipakai untuk membeli salah satu klub terkaya di dunia, Real Madrid, masih sisa 1 miliar euro! Harga Real Madrid bila dijual memang mencapai 29 miliar euro.

Pemain yang pernah memperkuat Arsenal dan AC Milan itu punya uang melimpah atas keberaniannya bisnis di bidang investasi. Sumber kekayaannya datang dari GF Biochemicals, perusahaan yang didirikan bersama rekannya, Pasquale Granata.

Flamini bertemu dengan Granata saat memperkuat AC Milan, tepatnya pada 2008. Ketika itu mereka memutuskan untuk berkongsi mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang bioteknologi.

GF Biochemical memproduksi asam levulinic yang bisa dikonversi menjadi pelarut, pelumas, dan masih banyak produk kimia lainnya.

Pada awalnya Mathieu Flamini merahasiakan bisnis ini dari keluarga dan teman-temannya. Ia sadar risiko besar dalam dunia bisnis, sehingga tidak ingin orang-orang dekatnya tahu sebelum benar-benar sukses.

Kini setelah kuota produksi pabriknya mencapai 10 ribu ton per tahun, Flamini mulai membuka tabir bisnisnya. GF Biochemical yang bermarkas di Caserta, sekarang sudah memiliki cabang di Belanda dan Amerika Serikat. Mereka juga akan mengakuisisi Segetis dari AS.

"Di awal bisnis saya tidak ingin membicarakannya karena belum yakin bisa sukses 100 persen. Saya tidak ingin menakut-nakuti orang terdekat, khususnya keluarga. Saya menginvestasikan banyak uang, ada risiko besar. Tapi bukankah kesuksesan itu harus selalu menghadapi risiko?" ujar Mathieu Flamini.*

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar