Duh, Iwobi Ternyata Dugem Hingga Jam 3.30 Pagi Sebelum Disingkirkan Nottingham

Credit : Alex Iwobi/FOTO: Getty Images
profil foto
  • Busthomi -
  • 09 Jan 2018 16:42:17 -
  • 173 views

LONDON – Di balik kekalahan yang memalukan Arsenal dari tim kasta kedua sepak bola Inggris, Nottingham Forest di ajang Piala FA putaran ketiga, ternyata ada kelakuan minor dari bintang mudanya, Alex Iwobi.

Pemain 21 tahun itu ketahuan tengah melakukan pesta hingga jam 3.30 pagi sebelum timnya bertandang ke City Ground, kandang Nottingham. Dan ternyata di laga itu, performanya pun menurun drastic, padahal dia dipercaya Arsene Wenger bermain selama 90 menit.

Arsenal sendiri harus tersingkir dari putaran ketiga Piala FA usai kalah 2-4 dari tim kecil itu. Ini adalah pengalaman pahir bagi “The Gunners” dan baru terjadi setelah 21 tahun kerap merajai Piala FA. Bahkan empat gol yang dicetak tim kasta kedua ke gawang Arsenal kembali terjadi setelah 110 tahun silam.

Menurut sumber dari The Sun, video yang menampilkan sosok Iwobi sedang pesta itu diberi judul, “Tidak bisakah Iwobi tidur?”.

Sang pemain memang terkenal dengan gayanya yang sering keluar malam sejak lama. Kebiasaannya itu telah menjadi momok bagi banyak penggemar Arsenal.

Seorang sumber mengatakan kepada surat kabar tersebut, bahwa Iwobi dan rekan-rekannya telah ditolak masuk ke sebuah klub malam, sehingga menyewa flat AirBnB di Soho. Pesta tersebut terus membuat warga sekitar terjaga hingga berjam-jam.

Fans Arsenal pun sangat marah dengan ulah Iwobi itu. Dia disebut sebagai ‘sampah’ dan mengatakan bahwa dia akan lebih sesuai untuk bermain di kasta kedua seperti Nottingham Forest.

Seorang penggemar mengatakan di Twitter: “Arsenal harus menghukum Alex Iwobi atas tindakannya pada Sabtu malam dan Minggu pagi, karena mengetahui bahwa dia adalah ‘pemain senior’ yang terlibat pada laga melawan Forest”.

Iwobi sendiri bermain buruk di laga itu. Menurut penilaian Mirror Football, penampilanya hanya mendapat nilai empat, yang digambarkan sebagai: “Penampilan yang lebih buruk dari pemain lainnya. Dimainkan dalam peran yang lebih dalam dari biasanya, tapi tidak dapat mempengaruhi permainan klubnya.” *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar