Deschamps Ingin Tebus Kegagalan Prancis di Final Piala Eropa 2016

Deschamps Ingin Tebus Kegagalan Prancis di Final Piala Eropa 2016
Credit : Pemain Prancis merayakan gol ke gawang Belgia/Foto: FFF
profil foto

SAINT PETERSBURG – Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, mengumbar pujian untuk para pemainnya setelah sukses mencapai final Piala Dunia 2018. Deschamps bertekad menebus kegagalan di final Piala Eropa 2016 yang selama ini masih menghantui pikirannya.

Prancis lolos berkat kemenangan 1-0 atas Belgia pada Rabu (11/7/2018) dini hari. Sundulan Samuel Umtiti pada menit ke-51 mengirim Prancis ke final.

Tim asuhan Deschamps itu akan menghadapi Inggris atau Kroasia di Moskow pada Minggu (15/7/2018) mendatang. Mereka ingin kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah kemenangan mereka di kandang pada 1998.

“Ini luar biasa,” kata Deschamps, yang pernah menjadi kapten Prancis pada 1998. “Saya sangat senang untuk pemain saya, kami menunjukkan karakter dan mentalitas yang tepat.

“Saya masih ingat apa yang terjadi dua tahun lalu,” katanya mengacu pada kekalahan 0-1 timnya dari Portugal di Paris saat babak final Piala Eropa 2016. “Kami akan melangkah ke final saat ini untuk memenangkannya, karena kami masih belum menyelesaikan final (2016) itu.”

Deschamps mungkin memiliki kenangan pahit dari final Euro 2016 di depan mata penonton tuan rumah. Tetapi dia sekarang berada di ambang bergabung dengan klub elite pelatih yang pernah memenangkan Piala Dunia sebagai pelatih sekaligus pemain.

Mario Zagallo asal Brasil memenangkan Piala Dunia 1958 dan 1962 sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih menjadi juara dunia 1970. Lalu Franz Beckenbauer menjadi kapten Jerman Barat pada 1974 dan membawa mereka meraih gelar juara dunia pada 1990 sebagai pelatih.

“Saya merasa sangat bangga dengan tim saya. Kami sudah 49 hari bersama,” kata Deschamps. "Ada banyak hal, banyak hal yang sulit. Setiap orang punya kontribusi.”

Pemain muda Kylian Mbappe, yang belum menjadi bagian dari tim Prancis dua tahun lalu, mengatakan bahkan dalam mimpi terliarnya dia tidak pernah membayangkan bisa mencapai final Piala Dunia. “Ini tidak bisa dipercaya," kata Mbappe, 19 tahun, yang memporak-porandakan lini pertahanan Belgia dengan permainannya.

“Saya tidak memiliki kata-kata. Bahkan dalam mimpi saya yang paling liar sekalipun, dan saya adalah seorang pemimpi besar, saya tidak membayangkan ini," katanya. “Masih ada satu langkah lagi untuk dijalani, tetapi kami bangga dengan apa yang telah kami lakukan saat ini.”

“Di ruang ganti, Didier Deschamps senang. Kami semua senang, semua saling berpelukan. Presiden (Prancis) Emmanuel Macron datang menemui kami,” ia mengungkapkan. “Semua orang bersama kami, kami semua bersama-sama." *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar