Debut Evan Dimas Tertutup oleh Kecemerlangan Striker Kamboja

Debut Evan Dimas Tertutup oleh Kecemerlangan Striker Kamboja
Credit : Keo Sokpheng (kanan) beraksi/Foto: PKNP
profil foto

KUALA LUMPUR – Evan Dimas menandai debutnya di Liga Super Malaysia (MSL) dengan membawa Selangor FA menang 2-0 atas tuan rumah Kuala Lumpur FA. Evan Dimas main penuh selama 90 menit, sedangkan kompatriotnya di tim nasional Indonesia U-22, Ilham Udin, hanya bermain hingga menit ke-71.

Evan Dimas dianggap bermain bagus dalam laga di Stadion Cheras itu. Namun, dalam pemberitaan media keesokan harinya, pamor Evan Dimas tampaknya tertutupi oleh penampilan cemerlang striker muda asal Kamboja, Keo Sokpheng, yang membela PKNP.

Sokpheng memang bermain bagus saat membawa timnya menang tipis 1-0 atas Negeri Sembilan. Bahkan dia yang mencetak gol tunggal kemenangan PKNP di Stadion Negeri Pulang Pinang itu pada menit ke-49.

Tak pelak, penampilan Sokpheng pun mendapat pujian dari pengamat sepak bola FOX Sports Asia, Gabriel Tan. Dalam ulasannya, Tan melihat Sokpheng sebagai simbol kebangkitan sepak bola Kamboja di Asia Tenggara.

Musim ini, MSL memang menetapkan kuota khusus bagi pemain asal sesama negeri ASEAN untuk meramaikan liganya. Tak hanya asal Indonesia, Thailand, atau Singapura. Di antara 12 klub MSL, banyak juga yang mendatangkan pemain Kamboja karena kualitasnya bagus dan nilai kontraknya cukup murah.

Selain Sokpheng, pemain Kamboja lainnya yang merumput di Malaysia adalah pemain veteran Chan Vathanaka yang membela Pahang. Lalu, ada pula Thierry Chantha Bin dan Prak Mony Udom yang jadi andalan Terengganu dan Negeri Sembilan.

Namun, menurut pengamatan Tan, sejauh ini Sokpheng yang memberi pengaruh paling besar terhadap performa timnya. Padahal di Kamboja sendiri nama striker yang gemar mewarnai rambut itu tak sebeken Vathanaka atau Mony Udom yang pernah jadi kapten timnas U-23. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar