Berita Mengejutkan! Bintang Sepak Bola China Palsukan Data Usia

Berita Mengejutkan! Bintang Sepak Bola China Palsukan Data Usia
Credit : Zhang Xiuwei (kiri) beraksi/Foto: Tianjin
profil foto

TIANJIN – Nama Zhang Xiuwei selalu disebut-sebut sebagai bintang masa depan persepakbolaan China. Namun reputasi harum itu kini tercemar. Xiuwei ternyata pernah terlibat dalam kasus pemalsuan data usia.

Kualitas dan kepercayaan diri yang ditunjukkan Xiuwei di lapangan bersama Tianjin Quanjian musim lalu menjadikannya salah satu bintang baru di kancah sepak bola China. Ia bergabung dengan Tianjin Quanjian setelah menghabiskan dua musim bersama tim akademi Lyon di Prancis.

Xiuwei kembali ke tanah kelahirannya setelah Fabio Cannavaro melatih Tianjin pascamundurnya Vanderlei Luxemburgo. Pelatih berkebangsaan Italia tersebut menjadikan Xiuwei sebagai andalan di lini tengah dan hal tersebut membuahkan hasil karena tim asuhannya berhasil mendapatkan tiket promosi.

Hebatnya, Xiuwei  mampu kembali bersinar berkat performa gemilangnya di kasta tertinggi Liga Super China (CSL). Xiuwei menjadi pemain reguler dalam tim Tianjin Quanjian dan hanya absen empat kali dari 21 pertandingan.

Hingga semuanya berakhir saat ia terlibat dalam insiden kecelakaan mobil pada 16 Agustus 2017 lalu yang memicu investigasi terhadap dirinya. Hasil investigasi menemukan bahwa Xiuwei telah memberikan keterangan palsu mengenai umurnya.

Dalam kecelakaan pada 16 Agustus 2017 itu, ia cedera cukup serius saat mengendarai Porsche 901 miliknya di jalanan Tianjin. Ia menabrak enam kendaraan lain saat berkendara dalam keadaan mabuk. Dari situlah Polisi bergerak menelisik dokumen pribadinya.

Berdasarkan data profesional miliknya, Xiuwei lahir pada tanggal 13 Januari 1996 di Tianjin. Hal tersebut membuatnya diperbolehkan untuk bermain di CSL sebagai pemain di bawah usia 23 tahun pada musim lalu.

Tetapi ternyata data itu tak sama dengan dokumen lain. Saat masih anak-anak rupanya kedua orang tuanya memalsukan identitas miliknya dengan mengganti namanya jadi Zhang Jixuan.

Mereka juga mengganti tanggal kelahirannya jadi 13 Januari 1994.Pencurian umur itu dilakukan supaya Xiuwei boleh masuk ke sekolah dasar sebelum umur yang diizinkan.

Masalah membesar saat ia beranjak remaja dan kemampuan bermain bolanya menjadi semakin menonjol. Pada saat itu, orang tuanya kembali “meremajakan” anaknya. Mereka kembali mengubah tahun kelahiran Xiuwei jadi 1996 dan mengubah namanya balik ke nama awalnya.

Tentu saja, hal ini membuat gusar federasi sepak bola Cina. Karena mereka menyimpan data-data milik Xiuwei semuanya atas nama Zhang Jixuan yang lahir pada tahun 1994.

Xiuwei yang sudah jatuh, kini seperti tertimpa tangga. Selain hukuman yang ia terima untuk kecelakaan lalu lintasnya, federasi sepak bola China juga memberikan hukuman atas kasus pemalsuan umur yang ia lakukan.

Setelah berbulan-bulan mempelajari situasi Xiuwei secara seksama, federasi sepak bola China membuat keputusan untuk menskor  Xiuwei. Hukuman tersebut akan membuatnya menepi dari lapangan hingga CLS memasuki musim baru, yaitu setelah Piala Dunia 2018.

Federasi sepak bola China berharap bahwa hukuman bagi Xiuwei bisa menjadi peringatan dan pencegahan untuk semua orang yang mencoba melakukan hal serupa di kemudian hari. Di sisi lain, itu berarti penggemar sepak bola China harus menunggu untuk bisa kembali menyaksikan bintang besar mereka kembali merumput. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar