Berdasar Statistik, Ini Tim Terbaik Liga Inggris Musim 2017/18

Berdasar Statistik, Ini Tim Terbaik Liga Inggris Musim 2017/18
Credit : Tim terbaik Liga Inggris musim 2017-18/FOTO: Twitter Opta
profil foto
  • Busthomi -
  • 17 May 2018 13:38:49 -
  • 122 views

LONDON – Liga Inggris musim 2017/18 baru saja rampung dengan melahirkan Manchester City sebagai juara musim ini dengan bergelimang rekor di dalamnya. Catatan menarik lainnya, aksi Mohamed Salah di musim debutnya.

Ya, striker anyar Liverpool yang diboyong dari AS Roma awal musim ini, secara luar biasa berhasil menegmas 32 gol di musim debutnya itu. Angka tersebut menjadi rekor baru di Liga Inggris di era 38 pertandingan. Rekor lawasnya dipegang oleh Alan Shearer, Cristiano Ronaldo, dan Luis Suarez.

Dan dari kiprah para bintang lapangan hijau sepanjang musim itu, ternyata berdasar catatan Opta, secara statistik ada 11 pemain yang layak menjadi pemain terbaik musim ini.

Tentu semua fans bisa mengusung pemain-pemain idolanya sebagai yang terbaik. Namun jika ukuran statistik, data-data, dan fakta yang ada maka hal itu akan menjadi bukti kuat dan menjadi yang terbaik.

Namun tetap saja mencuat nama yang dianggap cukup mencengangkan, kalau tidak disebut kontroversial. Salah satunya Antonio Rudiger yang di luar dugaan dipilih oleh Opta sebagai satu dari empat bek terbaik yang masuk sebagai pemain terbaik musim 2017/18 ini.

Nama bek asal Jerman itu, bisa saja memicingkan alis kita sekaligus mengerutkan dahi. Betapa tidak, aksinya di Stamford Bridge tak terlalu sering bahkan kerap dicadangkan. Namun lagi-lagi, Opta memilihnya berdasar statistic di lapangan. Sehingga sulit didebat jika memiliki bukti kuat.

Opta menciptakan tim mereka di musim ini dengan menggunakan lebih dari 300 metrik berbeda dalam berbagai kategori. Sistem metrik sendiri sebagai sistem pengukuran desimal yang digunakan secara internasional.

Setiap metrik diberikan tanda positif atau negatif dan total akhirnya akan mencerminkan bagaimana seorang pemain telah melakukan aksinya itu sepanjang tahun.

Nama-nama lain yang tak bisa diperdebatkan adalah bintang besar seperti David de Gea di bawah mistar, Harry Kane, Mohamed Salah, Kevin de Bruyne dan Christian Eriksen yang bermain di depan duet lini tengah, David Silva dan Fernandinho.

Di belakang, ada bek kiri Liverpool, Andrew Robertson yang juga mengejutkan. Dan ada nama Cesar Azpilicueta di bek kanan Chelsea yang memang tampil apik sepanjang musim ini. Di tengah ada nama Jamaal Lascelles, sebagai bek muda Newcastle masa depan, terpilih di jantung pertahanan bersama Rudiger.

Jika dilihat statistiknya, alasan untuk pemain yang menjadi starter sebanyak 25 kali dari 38 laga Liga Inggris itu cukup masuk akal. Jika dia dimainkan Antonio Conte, ternyata rasio kemenangan “The Blues” sebanyak 64 persen di Liga Inggris. Dan ketika dia tak tampil, Chelsea kebobolan rata-rata dua gol.

Dengan kondisi itu, mungkin Conte bisa mempertimbangkan untuk memainkan pemain berusia 23 tahun di final Piala FA melawan Manchester United akhir pekan ini. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar