Atasi Tunggakan Gaji, Pemilik Klub Liga Malaysia Harus Masuk Struktur

Oleh Aditya Gilang - 15 Feb 2018 11:42:31
Credit : Pemain Johor DT, klub Liga Malaysia yang dianggap paling jelas struktur organisasinya/Foto: Johor DT

KUALA LUMPUR – Operator kompetisi sepak bola profesional Liga Malaysia, FMLLP, mencoba membuat terobosan untuk mengatasi maraknya kasus tunggakan gaji. Mereka akan membuat aturan baru yang mewajibkan pemilik masuk dalam struktur organisasi klub peserta Liga Perdana maupun Liga Super Malaysia.

Ketua Eksekutif FMLLP, Kevin Ramalingam, mengatakan bahwa pihaknya berkepentingan untuk mengenal dengan pasti pemilik setiap klub. Itu bukan hanya bertujuan menyelesaikan masalah tunggakan gaji. Lebih dari itu, FMLLP memang menginginkan perubahan dalam struktur klub sepak bola secara keseluruhan.

“Kami memang sudah lama berencana melakukan perubahan dalam struktur organisasi klub peserta Liga Malaysia,” ia mengungkapkan. Kami mau setiap klub mendaftarkan pemiliknya. Ini penting bila isu gaji tertunggak dibangkitkan, mudah bagi kami mencari siapa yang bertanggung jawab.”

“Klub sepak bola itu kan seperti perusahaan yang memiliki pemilik. Jika gaji pekerja tidak dibayar, kita harus tahu siapa yang akan bertanggung jawab,” katanya lagi. “Kami dalam proses memasukkan peraturan baru ini dalam syarat terbitnya lisensi klub profesional. Mungkin dalam tempo dua tahun mendatang, aturan mengenai struktur baru ini sudah bisa diterapkan.”

Kevin berkata, saat ini hanya klub Johor Darul Ta'zim (JDT) yang jelas pemiliknya, yaitu Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim. “Ada pihak yang tidak senang bila saya beri contoh JDT, tapi faktanya klub ini yang mempunyai struktur organisasi yang baik,” ia menegaskan.

Isu tungggakan gaji pemain terus menghantui Liga Malaysia manakala kompetisi 2018 sudah bergulir namun beberapa klub masih gagal melunasi tanggungjawab mereka. Dalam laporan terbaru, Kuantan FA didakwa belum membereskan tunggakan gaji berjumlah RM 145.250 (setara Rp 504 juta) kepada enam bekas pemainnya.

Kelab Liga Perdana itu masih punya enam kasus tunggakan gaji yang dibawa ke FIFA dan 21 kasus lainnya sekarang masih diproses oleh FAM. *



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?


Bagikan



© eyesoccer.id 2016 | Tentang Kami