Ada Oblak di Balik Keperkasaan Atletico Madrid

Ada Oblak di Balik Keperkasaan Atletico Madrid
Credit :
profil foto

DUEL melawan Las Palmas pada Minggu (28/1/2018) lalu menjadi momen istimewa bagi Jan Oblak. Ia melakoni partai ke-100 bersama Atletico Madrid di ajang La Liga Divisi Primera dan menang 3-0. Oblak adalah kiper ke-10 dalam sejarah Atletico yang mampu meraih prestasi itu.

Namun bukan pencapaian 100 laga itu semata yang membuat Oblak jadi istimewa. Lebih dari itu, dalam 100 penampilannya, pemain sepak bola asal Slovenia itu telah menunjukkan bahwa ia layak disebut sebagai salah satu kiper terbaik di dunia.

Tidak mudah membuktikan diri di bawah mistar gawang Atletico. Sebab, dalam sejarahnya, “Los Colchoneros” telah melahirkan banyak kiper hebat. Sebut saja nama Abel Resino, Jose Francisco Molina, Edgardo Madinabeytia, Miguel Reina, Leo Franco, Manuel Pazos, Rodri, Thibaut Courtois, dan Angel Jesus Mejias.

Namun Oblak memiliki keistimewaan dibanding nama-nama kiper legendaris itu. Saat ia berdiri di bawah mistar gawang, Oblak membawa Atletico menang 64 kali dari 100 pertandingan. Rasio menangnya, 64 persen, yang tertinggi di antara semua kiper Atletico dengan penampilan minimal 100 kali.

Memang ada Abel yang tak kalah hebat dengan membawa Atletico memenangkan 120 pertandingan. Tapi Abel mencapainya dalam 243 laga sehingga rasio menangnya hanya 49,38 persen.

Oblak juga yang terbaik dalam rasio jumlah kebobolan paling sedikit. Sepanjang ia jadi kipernya, Atletico hanya kebobolan 54 kali alias 0,54 gol/pertandingan.

Itu rasio tidak kebobolan terbaik di jajaran kiper Atletico. Lebih bagus dibanding Rodri dengan 0,8 gol/pertandingan atau Courtois dengan 0,85 gol/pertandingan.

Oblak juga piawai untuk urusan tidak kebobolan dalam satu laga alias clean sheet. Selama 100 kali bermain untuk Atletico di La Liga, ia membuat 59 clean sheet.

Musim ini, gawang Atletico baru bobol sembilan kali dari 21 pertandingan. Dengan rasio clean sheet 0,42 gol/pertandingan saat ini, Oblak memimpin di urutan teratas dalam perburuan Trofi Zamora –penghargaan akhir musim bagi kiper terbaik di La Liga.

Jika menang lagi, Oblak akan merebut Trofi Zamora untuk ketiga kalinya. Sebuah prestasi yang akan membuat namanya makin tak tergantikan di Stadion Wanda Metropolitano.

Dengan dua Trofi Zamora yang didapatnya saat ini, Oblak sudah menyamai prestasi Courtois. Tak ada kiper Atletico lainnya sepanjang sejarah yang memenangi Trofi Zamora lebih dari dua kali.

Wajar jika pelatih Atletico, Diego Simeone, selalu memuji kipernya ini. Dua kali sudah ia menyebut kiper andalannya itu sebagai penjaga gawang terbaik dunia saat ini.

Real Madrid dan Liverpool sempat bernafsu memboyongnya pada musim dingin ini. Namun negosiasi tak menemui titik temu. Dan Atletico pun beruntung masih bisa mendapatkan servis terbaik dari Oblak hingga 30 Juni 2021. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar