5 Faktor Kunci Penyebab Krisis Performa Real Madrid

Oleh Aditya Gilang - 10 Jan 2018 19:58:27
Credit :

PADA Agustus 2017 lalu, setelah dikalahkan secara komprehensif oleh Real Madrid di ajang Piala Super Spanyol, Gerard Pique mengakui bahwa untuk pertama kalinya ia merasa “Los Blancos” adalah tim superior. Sebuah pujian setinggi langit yang, sayangnya, hanya bertahan lima bulan.

Lihatlah sekarang. Lima bulan kemudian setelah Pique memuji, Barcelona kini justru unggul 16 poin dari rivalnya. Hal itu membuat banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi kepada Madrid.

Tim Madrid yang dulu superior dan sempurna sekarang menjadi tim yang banyak kekurangan dan mudah dikalahkan. Seperti terlihat saat menghadapi Celta Vigo pada pekan ke-18 La Liga. Begitu mudah Celta membuat dua gol, bahkan seharusnya tiga kalau saja eksekusi penalti Iago Aspas sukses.

Sudah banyak penjelasan yang diberikan dalam beberapa pekan terakhir ini tentang masalah yang terjadi di Estadio Santiago Bernabeu. Ini penjelasan kesekian yang mencoba memaparkan secara keseluruhan problema ZInedine Zidane dan tim asuhannya.

HILANGNYA SOLIDARITAS

Beberapa pemain “El Real” terlihat sudah tidak memikirkan timnya lagi. Dengan ditahannya pembaruan kontrak beberapa pemain, daya juang mereka menjadi terpuruk. Semua kondisi tersebut tergambarkan melalui bahasa tubuh dan permainan yang mereka tampilkan saat bertandang ke Celta Vigo.

Cristiano Ronaldo pun mengungkapkan ketidak puasannya terhadap permainan rekan-rekannya secara terang-terangan. Tetapi gestur semacam itu sebetulnya sangat tidak menguntungkan untuk keadaan tim saat ini.

Ingat, Zidane dan staf pelatihnya sedang berupaya keras mengembalikan semangat juang tim. Itu sangat diperlukan agar bisa memenangkan laga melawan PSG di babak 16 besar Liga Champions. Harus diingat pula, Ronaldo sendiri juga sering bermain jelek tapi rekan-rekan setimnya selalu memaafkan.

Semangat juang merupakan kunci dalam beberapa kesuksesan mereka. Tetapi hal tersebut sepertinya telah hilang. Tanpa permainan tim, tidak akan ada kesuksesan kolektif, bahkan kesuksesan individu.

PRODUKTIVITAS GOL MENURUN

Musim lalu, setelah 17 pertandingan dimainkan oleh Madrid, tim asuhan Zidane meraih 40 poin dengan catatan memasukkan 47 gol dan kemasukan 18 gol. Tapi musim ini, “El Real” hanya mendapatkan 32 poin dengan catatan mencetak 32 gol dan kemasukan 16 gol.

Tim ini kehilangan efektivitas permainan. Mereka terlalu banyak membuang peluang. Termasuk Ronaldo yang begitu banyak membuang peluang dengan tendangannya yang lemah atau tidak akurat.

Di Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol, “El Real” hanya butuh setengah dari keseluruhan peluang yang mereka dapat untuk mencetak gol. Hal itu diperjelas dengan dua gelar yang mereka dapatkan saat menang lawan Manchester United dan Barcelona, meskipun mereka kebobolan lima gol.

KEBUGARAN PEMAIN MENURUN

Secara mengejutkan, musim ini tingkat kebugaran pemain Madrid sangat jauh dari harapan. Ada beberapa pemain yang bermain jauh dari penampilan terbaik mereka. Tidak hanya Ronaldo, itu juga terlihat dalam permainan Marcelo, Luka Modric, atau Karim Benzema.

Entah karena cedera yang mereka alami, level kebugaran standar Madrid tidak dapat mereka capai. Mungkin juga mereka terlalu berhati-hati lantaran memikirkan Piala Dunia. Sehingga mereka mencoba untuk menjaga diri mereka agar siap bermain di akhir musim nanti.

Metode Pintus sangat jelas tidak bekerja. Respons cepat diharapkan segera dilakukan pada awal tahun 2018, tetapi hingga saat ini tidak ada tanda-tanda akan dilakukannya hal tersebut.

PEMAIN PELAPIS KURANG BERPERAN

Distribusi jatah pemain untuk tampil pada musim ini juga sangat berbeda dibanding musim lalu. Pemain seperti Marco Asensio dan Lucas Vazquez dimainkan di Piala Super Spanyol, terlebih saat leg kedua dimainkan di Bernabeu.

Namun, saat “El Clasico”, kedua pemain tersebut bahkan tidak dirasakan kehadirannya di lapangan. Pemain lain yang biasanya bermain cemerlang, Mateo Kovacic, juga seperti hilang kehadirannya saat bertanding di La Liga.

Ada kesan Zidane musim ini ragu memberi kesempatan kepada pemain pelapis. Ia terlalu terpaku kepada formasi inti karena tuntutan menang kini begitu besar setelah sukses fenomenal yang mereka capai musim lalu.

KRISIS KEPERCAYAAN

Ini yang paling mengkhawatirkan. Sebagian pemain nampaknya tidak lagi memiliki kepercayaan penuh terhadap Zidane. Pemain seperti Ronaldo atau Isco mulai berani mengkritik permainan timnya sendiri secara terbuka.

Ada dugaan bahwa beberapa pemain sudah mendapatkan jaminan posisi mereka aman untuk beberapa pertandingan penting. Hal itu membuat mereka tidak memperjuangkan tempat mereka dengan maksimal.

Mereka merasa seakan tidak tergantikan. Gelar dan kesuksesan telah membuat mereka terlena dan “Los Blancos” kurang sekali pemain dengan karakter keras yang memiliki ketegasan untuk membangkitkan semangat.

Krisis kepercayaan itu akhirnya berimbas pula terhadap benteng terakhir mereka. Penampilan Keylor Navas sebetulnya cukup baik . Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa berbagai berita mengenai dirinya telah menjatuhkan dan merusak hubungan baik penjaga gawang Kosta Rika itu dengan rekan-rekan setimnya. *



Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?


Bagikan



© eyesoccer.id 2016 | Tentang Kami