Guillermo Stabile Menjadi Pemain Tersubur Pertama di Piala Dunia

Guillermo Stabile Menjadi Pemain Tersubur Pertama di Piala Dunia
Credit :
profil foto

SERIAL NOMOR 2 – Guillermo Stabile lahir di Parque Patricios Buenos Aires (Argentina), 17 Januari 1904. Sang ayah berasal dari Italia dan keluarganya dikenal rendah hati. Saat masih kecil, ia mulai bermain bola di klub lokal bernama Sportivo Metán.

Pada tahun 1920, Stabile pindah ke tim junior Huracan dan kariernya mulai menanjak dengan masuk tim senior Huracan pada 1924. Stabile mempunyai kecepatan yang sangat bagus dan mengawali kariernya bermain di sayap kanan, tapi kemudian posisinya berubah menjadi striker karena kecerdikannya memanfaatkan peluang.

Stabile berhasil membawa Huracan menjadi juara Liga Argentina dua kali pada 1925 dan 1928. Ia sempat masuk seleksi ketika Argentina akan tampil di Copa America 1926, namun sayangnya pelatih lebih menyukai Gabino Sosa.

Di Olimpiade 1928 pun kembali Stabile tidak lolos seleksi, karena sang pelatih lebih memilih Norberto Cherro. Ketika Argentina memutuskan berpartisipasi di ajang Piala Dunia 1930 yang pertama kali digelar di Uruguay, barulah pelatih Alberto Suppici memasukkan nama Stabile.

Argentina berada di Grup I di Piala Dunia 1930 bersama Chile, Prancis, dan Meksiko. Di pertandingan pertama melawan Prancis, Suppici tidak memasang Stabile dan Argentina kewalahan meski menang 1-0 lewat gol Luis Monti di menit ke-81.

Akhirnya Suppici memasang Stabile menjadi striker utama saat melawan Meksiko di pertandingan kedua. Stabile membayar kepercayaan itu dengan mencetak hat-trick di menit ke-8, 17, dan 80 untuk menghancurkan Meksiko 6-3.

Stabile dipasang lagi saat melawan Chile di pertandingan ketiga dan mencetak dua gol di menit ke-12 dan 13 untuk membawa Argentina menang 3-1. Argentina pun melaju ke semifinal dan bertemu dengan tim kejutan, yaitu Amerika Serikat yang berhasil mengalahkan Paraguay dan Belgia.

Argentina tampil perkasa di semifinal dengan menghancurkan Amerika Serikat 6-1 dan Stabile kembali menyumbang dua gol, menit ke-69 dan 87. Peforma yang sangat bagus itu membuat Suppici yakin bisa mengalahkan tuan rumah Uruguay yang selalu menjadi musuh bebuyutan timnya di kejuaraan besar.

Namun, di final, Argentina harus mengakui keunggulan tuan rumah Uruguay dengan skor 4-2. Padahal Argentina sempat unggul dengan skor 2-1 di babak pertama lewat gol Carlos Peucelle dan Stabile.

Meski Argentina kalah, tapi Stabile meraih Sepatu Emas karena menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1930 dengan delapan gol. Prestasi yang membanggakan itu membuat klub Italia, Genoa, merekrutnya dan memberikan sambutan meriah menyambut kedatangan Stabile di pelabuhan.

Stabile segera menjadi idola di Genoa, karena pertama kali tampil berhasil mencetak hat-trick saat melawan Bologna yang berada di puncak klasemen Seri A. Stabile membela Genoa tahun 1930-1934 dengan penampilan 41 kali dan mencetak 16 gol.

Sayangnya, tahun 1934, ia mengalami cedera. Ditambah permasalahan pribadinya, dia pun akhirnya memutuskan keluar dari Genoa dan memilih bergabung bersama Napoli.  Permainan Stabile di Napoli tidak begitu bagus karena hanya mencetak tiga gol dari 20 pertandingan.

Stabile sempat balik lagi bersama Genoa pada tahun 1935, namun mengakhiri kariernya dengan bermain di klub Prancis yang bernama Red Star Paris. Ia datang pada tahun 1936 dan disambut meriah sebagai idola baru di Paris.

Red Star Paris ternyata didirikan oleh Jules Rimet yang namanya dijadikan untuk trofi Piala Dunia dan menjadi presiden terlama di FIFA selama 33 tahun. Stabile berhasil mengangkat klub Red Star Paris dari Divisi II naik ke Divisi I.

Stabile kemudian menjadi pelatih Red Star pada 1937-1939 dan balik lagi ke Argentina melatih San Lorenzo di tahun 1940. Ia akhirnya ditunjuk menjadi pelatih tim nasional Argentina dan berhasil membawa Argentina juara Copa America enam kali yaitu pada 1941, 1945, 1946, 1947, 1955, dan 1957.

Pada  26 Desember 1966, Stabile meninggal dunia di rumah sakit karena serangan jantung. Sejumlah klub di Argentina memasang bendera setengah tiang sebagai penghormatan atas jasa-jasanya kepada sepak bola dan khususnya tim nasional Argentina. *

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentar